Makna Al Qahhar Yang Maha Menundukkan
Di urutan ke 16 dari 99 nama Allah yang baik (asmaul husna) yaitu ada nama Al Qahhar, dan wajib bagi tiap-tiap mukmin beriman kepada Al Qahhar.
Nama Al Qahhar disebutkan di dalam Al Qur-an salah satunya di dalam surat Shad ayat 65, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلۡ اِنَّمَاۤ اَنَا مُنۡذِرٌ ۖ وَّمَا مِنۡ اِلٰهٍ اِلَّا اللّٰهُ الۡوَاحِدُ الۡقَهَّارُKatakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Esa, Maha Perkasa".
Ayat ini menjadi dalil bahwa nama Al Qahhar itu dari Allah, bukan nama pemberian dari makhluq.
Pengertian dan Makna Al Qahhar
Adapun makna Al Qahhar adalah Dia (Allah) yang membinasakankan musuh-musuhNya yang sewenang-wenang, dan menundukkan mereka dengan dimatikan dan dihinakan.
Allah Menundukkan Musuh-musuhNya Dengan Dibinasakannya
أَلَمْ يَرَوْا۟ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ مَّكَّنَّٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيْهِم مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا ٱلْأَنْهَٰرَ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَٰهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ
"Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain."
Musuh-Musuh Allah
مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِّلّٰهِ وَمَلٰۤىِٕكَتِهٖ وَرُسُلِهٖ وَجِبْرِيْلَ وَمِيْكٰىلَ فَاِنَّ اللّٰهَ عَدُوٌّ لِّلْكٰفِرِيْنَ
"Siapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril, dan Mikail, sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir."
Orang Kafir yang Dzhalim adalah Musuh Allah
Dialah Allah Al Qahhar yang membinasakan Namrud, Dia matikan Namrud dengan seekor lalat yang masuk ke kepalanya, maka lalat itu tidak diam geraknya di dalam kepala melalui telinga.
Selain Namrud juga ada Fir'aun yang Allah binasakan dengan menenggelamkannya di tengah laut ketika mengejar rombongan umat nabi Musa yang menghindari kedhzaliman Fir'aun.
Mereka yang memusuhi Allah, RasulNya, dan para malaikatNya pada akhirnya mati dalam keadaan dihinakan oleh Allah seperti halnya Abu Jahal yang memusuhi Rasulullah tewas di dalam perang badar.
Allah Maha Menundukkan musuh-musuhNya, akan tetapi tidak serta merta mereka musuh-musuh Allah langsung dibinasakan, Allah memberikan penangguhan kepada mereka dengan terombang-ambing dalam kesesatan, setelah Allah memberi mereka peringatan.
Allah memberikan penangguhan kepada Namrud agar ada hikmah dan pembelajaran yang bisa diambil bagi nabi Ibrahim dan umat setelahnya termasuk kita.
Begitupula dengan musuh-musuh Allah yang lain, Dia tidak langsung membinasakan mereka, tapi memberi peringatan terlebih dahulu dan memberikan kesempatan bertobat. Bukti bahwa Allah tidak dhzalim.
Allah sangat bisa membinasakan musuh-musuhNya secara langsung tanpa memberi mereka penangguhan, tapi sudah menjadi sifat manusia sebagai makhluq yang butuh kepada proses sehingga Allah tidak langsung menimpakan adzab agar manusia bisa mengambil hikmah dan pelajaran.
Orang yang Memakan Riba Adalah Musuh Allah
Tiap-tiap orang yang memusuhi Allah, pasti ditundukkan/dikalahkan oleh Allah, dan perlu diketahu bahwa musuh-musuh Allah itu bukan hanya mereka orang-orang kafir, akan tetapi juga dari orang-orang yang mengaku dirinya beriman.
Salah satu golongan yang termasuk musuh Allah adalah orang-orang yang memakan riba, karena praktek riba dianggap memerangi Allah dan RasulNya dalam pandangan syari'at.
Di dalam Al Qur-an Surat Al Baqarah ayat 278-279 Allah mengecam keras kepada para pelaku riba:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَذَرُوۡا مَا بَقِىَ مِنَ الرِّبٰٓوا اِنۡ كُنۡتُمۡ مُّؤۡمِنِيۡنَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman."
فَاِنۡ لَّمۡ تَفۡعَلُوۡا فَاۡذَنُوۡا بِحَرۡبٍ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖۚ وَاِنۡ تُبۡتُمۡ فَلَـكُمۡ رُءُوۡسُ اَمۡوَالِكُمۡۚ لَا تَظۡلِمُوۡنَ وَلَا تُظۡلَمُوۡنَ
"Jika kamu tidak melaksanakannya, maka umumkanlah perang dari Allah dan Rasul-Nya. Tetapi jika kamu bertobat, maka kamu berhak atas pokok hartamu. Kamu tidak berbuat zhalim (merugikan) dan tidak dizhalimi (dirugikan)."
Dilihat dari sudut pandang kemanusiaan pun, praktek riba jauh dari sikap kepedulian sosial apalagi kasih sayang, tapi mengambil keuntungan dari penderitaan oranglain dan ini sangat bertolak belakang dengan anjuran syari'at yaitu bersedekah.
Orang yang Memusuhi Auliya Allah adalah Musuh Allah
Kemudian yang termasuk musuh-musuh Allah adalah orang yang memusuhi para auliya Allah, karena di dalam hadits qudsi Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
"Barang siapa memusuhi wali-Ku, maka Aku benar-benar mengumumkan perang terhadapnya. Hamba-Ku tidak berdekat-dekat, taqarrub, kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku sukai melebihi apa yang telah aku fardhukan kepadanya. Tak henti-hentinya hamba-Ku mendekat-dekat kepada-Ku dengan melaksanakan kesunahan-kesunahan sampai Aku mencintainya. Apabila Aku telah mencintainya maka Akulah pendengarannya dengan apa ia mendengar. Akulah penglihatannya dengan apa ia melihat. Akulah tangannya dengan apa ia memukul. Akulah kakinya dengan apa ia berjalan. Dan jika ia meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, jika ia meminta perlindungan kepada-Ku, Aku akan melindunginya." (H.R. Bukhari).Sebagai orang awam kita tentu tidak akan mengenal siapa orang yang dianggap walinya Allah, akan tetapi dapat difahami bahwa hadits di atas menyiratkan pesan agar kita tidak berburuk sangka terhadap saudara seiman, karena bisa saja orang yang kita rendahkan dan kita hina adalah walinya Allah, wallahu a'lam bishawab.
Imam Muhammad Al Baqir berkata, "Sesungguhnya Allah menyembunyikan tiga perkara di dalam tiga perkara, yang pertama Allah menyembunyikan ridhoNya dalam keta'atan, kedua Allah menyembunyikan murkaNya di dalam maksiat, dan yang ketiga Allah menyembunyikan waliNya di tengah-tengah makhluqNya."
Senada dengan apa yang sudah disebutkan di atas, Ibnu Hajar Al Haitami berkata, "Orang yang memerangi Allah itu tidak disebut kecuali ada dua, yaitu orang yang melakukan riba dan yang memusuhi wali Allah. Dan saiapa yang memusuhi Allah, maka dia tidak akan beruntung selama-lamanya, bahkan dipastikan dia mati dalam keadaan kufur."
Fadhilah Mengenal Al Qahhar
Penutup
Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Makna Al Qahhar Yang Maha Menundukkan"
Posting Komentar