Mengenal Nama Al Fattah Yang Maha Pembuka Pintu Rahmat dan Hidayah - Gambar sampul postingan

Mengenal Nama Al Fattah Yang Maha Pembuka Pintu Rahmat dan Hidayah

Nama Al Fattah disebutkan di dalam Al Qur-anul karim Surat Saba' ayat 26, dimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَـنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَـنَا بِا لْحَـقِّ ۗ وَهُوَ الْـفَتَّا حُ الْعَلِيْمُ

"Katakanlah, "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi Keputusan, Maha Mengetahui.""
(QS Saba' ayat 26, terjemah bebas: Kementrian Agama RI)

Allah menyebutkan namaNya di dalam Al Qur-an yang berarti nama Al Fattah itu dari Allah bukan nama pemberian makhluq. Lalu, apa sih makna dari Al Fattah?


Ilistrasi Asmaul Husna Alfattah, Allah pembuka rahmat

Pengertian dan Makna Al Fattah

Al Fatah itu bisa diartikan Yang Maha Pembuka karena hanya Dia (Allah) yang memiliki kehendak dan kuasa terhadap sesuatu agar tertutup dan Dia pula yang membuka sehingga seorang hamba bisa memahami, memperoleh dan melihat jelas sesuatu itu sesuai kehendak Allah.

Makna Al Fattah berdasarkan kaul imam Ghazali di dalam kitab Al Maqshadul Asna adalah "Yang terbuka dengan pertolonganNya tiap-tiap yang tertutup dan dengan petunjukNya semua yang muskil menjadi jelas."


Allah Maha Pembuka

Segala sesuatu bisa terlihat jelas atau terbukti karena Allah yang membukakan sesuatu itu yang tadinya tertutup, seperti Allah memberi jalan kepada hambanya yang kebingungan atas pengetahuan dan kemampuannya yang terbatas.

Di dalam Al Qur-an surat Al Fath ayat 1 Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِيْنًا 

"Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,"
(QS. Al-Fath Ayat 1, terjemah bebas kementrian agama RI)

Menurut ulama ahli tafsir bahwa ayat ini menjelaskan bahwa Allah lah yang membuka kemenangan bagi Rasulullah dan umatnya atas kota Mekah yang dulu dikuasai oleh orang-orang kafir yang mendzhalimi Beliau dan para pengikutnya.

Keberhasilan yang diperoleh oleh seseorang atas perjuangannya adalah karena Allah yang membuka jalan menuju kepada hasil termasuk rizki bagi tiap-tiap hambaNya, dan kemenangan yang diberikan oleh Allah bagi kaum mukminin atas kota Mekah merupakan rahmat.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّا سِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا  ۚ وَمَا يُمْسِكْ  ۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ  ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

"Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana."
(QS. Fathir Ayat 2, terjemah bebas: Kementrian Agama RI)

Kata imam Ghazali, "Terkadang Al Fattah itu yang membuka hijab (Penghalang), Tuhan yang pada-Nya terbuka kunci-kunci yang ghaib, membuka pintu rizki, maka Dia berhaq memiliki nama Al Fattah."


Allah Maha Pembuka Ilmu

Seseorang bisa memahami tentang ilmu Allah dan mengetahui rahasia serta hikmah dari semua perbuatan Allah adalah karena kehendak Allah Al Fattah yang membuka penghalang pada diri hambaNya tersebut.

Allah memiliki kehendak kepada siapa Dia memberikan rahmatNya tanpa ada yang bisa mencegah-Nya sehingga orang tersebut bisa mengenal Allah, sebaliknya segigih apapun seorang hamba mengajak oranglain untuk melaksanakan ta'at, ketika Allah tidak berkehendak membuka pintu hidayah, maka sebagus apapun nasehat akan sulit diterima.

Allah yang memiliki wewenang dan kehendak atas tiap-tiap hambaNya, maka hanya kepadanyalah kita memohon dibukakannya pintu hidayah dan rahmatNya agar timbul pemahaman (ilmu) yang haq di dalam kita mendekatkan diri kepada Allah.

Karena kata imam Ghazali, "Barangsiapa yang ingin oleh Allah baginya dibukakan pintu ilmu, maka baginya yaitu dengan berdo'a dan belajar ilmu (thalabil 'ilmi) dengan mengulang-ulang."

Dua hal yang disebutkan tadi adalah perkara yang pokok agar dibukakan oleh Allah pintu rahmat yang diartikel sebelumnya rahmat itu mencakup 6 perkara, sehingga kita termasuk orang yang dicintai Allah.

Rahmat yang paling besar yang Allah berikan kepada seorang hamba yaitu dibukakannya qolbu untuk mengetahui rahasia dan hikmah yang menjadikannya seorang yang benar-benar mengenal Allah.


Allah Maha Pembuka Pintu Rizki

Allah membuka dan menahan pintu rizki terhadap makhluqNya sesuai dengan kehendakNya yang membuktikan bahwa kita sebagai makhluq Allah itu tidak punya kuasa (lemah), namun Allah memerintahkan kita untuk berdo'a.

ادۡعُوۡنِىۡۤ اَسۡتَجِبۡ لَـكُمۡؕ

"Berdo'alah kepada-Ku niscaya Aku perkenankan bagi kalian."
(QS. Ghafir ayat 60, terjemah bebas Kementrian Agama RI)

Setelah kita memahami bahwa segalanya ada dalam kehendak dan kuasa Allah, maka jalan bagi kita yaitu memohon kepada Allah dan memang Allah perintahkan itu agar manusia tidak salah jalan kepada siapa dia memohon.

Perintah berdoa memiliki esensi berserah diri dan mendekatkan diri kepada Allah, maka jika kita ingin dibukakan pintu rizki hendaknya kita mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Pembuka Rizki.

Bila kita sudah memahami apa itu rahmat maka berarti rizki yang halal dan baik merupakan bagian dari rahmat Allah yang hanya diberikan kepada orang-orang yang dicintaiNya.

Allah mencintai hambaNya yang berdzikir/mengingat Allah, membaca Al Qur-an, berdo'a dan melaksanakan apa yang Allah dan RasulNya perintahkan, yang disertai dengan usaha karena mengerjakan sebab adalah termasuk perintah Allah.

Sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 فَاِ ذَا قُضِيَتِ الصَّلٰوةُ فَا نْتَشِرُوْا فِى الْاَ رْضِ وَا بْتَغُوْا مِنْ فَضْلِ اللّٰهِ وَا ذْكُرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ 

"Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (QS. Al-Jumu'ah Ayat 10, terjemah bebas Kementrian Agama RI)


Amalan Agar dibukakan Pintu Rizki Oleh Allah 

Dari ibnu Umar radhiyallahu 'anhum, bahwa ada seorang laki-laki yang mendatangi Rasulullah dan berkata: 

"Wahai Rasulullah, sesungguhnya dunia berpaling dariku." Rasulullah menjawab: "Apakah engkau tidak tahu, shalawatnya para malaikat, tasbihnya para makhluq, yang dengan itu mereka dibukakan pintu-pintu rizki, ucapkanlah 100 kali ketika terbit matahari:

سُبْحَانَ اللّٰهُ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللّٰهِ العَظِيْمِ اَسْتَغْفِرُ اللّٰه 
niscaya dibukakan bagi engkau seluruh pintu-pintu rizki yang halal dan baik.

Kemudian setelah laki-laki tadi mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Rasulullah ia kembali mengadu kepada Rasulullah bahwa benar pintu-pintu rizki itu terbuka sampai-sampai dia kewalahan.

Kemudian juga ada hadits lain yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:

من قال لا إله إلا الله الملك الحق المبين في كل يوم مائة مرة، كان له أمانا من الفقر، ويؤمن من وحشة القبر، واستجلب به الغنى، واستقرع به باب الجنة

Di hadits ini Rasulullah menyampaikan bahwa yang mengucapkan, "La Ilaha ilallah Al Maliqul Haqqul mubin." setiap hari 100X maka dia akan selamat dari kefaqiran, dimudahkan urusannya ketika di alam barzah, didatangkan kekayaan dan dibukakan baginya pintu surga.

Nah, itu tadi dua amalan yang dianjurkan oleh ulama yang bisa kita kerjakan dan ini warad dari Rasulullah agar Allah membukakan pintu-pintu rizki untuk kita.


Do'a Meminta Rizki yang Halal dan Baik

Selain berdzikir, kita juga dianjurkan berdo'a yang menandakan bahwa kita benar-benar butuh Allah karena sesungguhnya kita adalah makhluq yang lemah.

Di dalam hadits yang diriwayatkan ibnu Majah Rasulullah mengajarkan kita do'a sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

"Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu, ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik, dan amalan yang diterima."

Juga ada hadits lain yang diriwayatkan sayidatu Aisyah radiyallahu 'anha bahwa Rasulullah pernah berdo'a:

 اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّي وَانْقِطَاعِ عُمُرِي

"Ya Allah, jadikan rezeki-Mu yang paling luas bagiku saat menuanya usiaku dan hampir habisnya umurku." (HR Al-Hakim dan At-Thabarani)

Nah itulah tadi dua do'a yang diajarkan oleh Rasulullah yang kemudian disertai usaha dan jangan lupa adab kita kepada Allah didalam mengerjakan sebab.


Adab dan Tatacara Ikhtiarnya Seorang Mukmin

Ada sikap atau adab dan juga tatacara yang sangat penting bagi tiap-tiap mukmin di dalam ikhtiarnya agar mendapat ridhonya Allah, kata ulama diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Ilmu, terutama pengetahuan tentang hukum syari'at baik tentang hukum di dalam fiqih ibadah maupun mu'amalah.
  2. Niat yang baik seperti menjaga kehormatan agar tidak menghinakan diri dihadapan makhluq dengan mengemis, atau seperti niat menafkahi keluarga dan yang paling utama yaitu niat ibadah, dan seburuk-buruknya adalah niat menumpuk-numpuk harta kekayaan.
  3. Keyakinan yang baik, bahwa rizki itu datangnya dari Allah.
Dari tiga point yang disampaikan di atas bila dikerjakan oleh seorang mukmin, maka dia adalah seorang mukmin yang sebenar-benarnya bukan seorang yang musyrik, munafik dan fasik karena kata ulama ada 4 kategori orang mukmin di dalam berikhtiar diantaranya yaitu:
  1. Orang yang meyakini bahwa rizki itu datangnya dari Allah tetapi dia bersandar kepada kasab (usahanya), keyakinan seperti ini adalah syirik (menduakan Allah).
  2. Orang yang meyakini bahwa rizki itu datang dari Allah tapi dia ragu, apakah hari ini dia bisa mendapatkan rizki. Mukmin yang meragukan Allah yang Maha Pemberi rizki adalah munafik.
  3. Orang yang meyakini bahwa rizki itu datang dari Allah, tapi dalam prakteknya dia melabrak hukum syari'at. Orang seperti ini adalah orang fasik.
  4. Orang yang meyakini bahwa rizki datang dari Allah dan tidak bersandar kepada kasab, usahanya dia niatkan untuk beribadah. Inilah seorang mukmin yang sebenar-benarnya.
Guru kami syekh Karawang Gana, beliau selalu menyampaikan kepada murid-muridnya bahwa tujuan hidup seorang mukmin cuma satu yaitu mengabdi kepada Allah dengan jalan sesuai dengan peran atau kasab/bidang pekerjaannya masing-masing.

Berdagang, bisnis, bertani, nelayan pejabat dan bidang usaha yang lain, bahkan menjadi seorang kiyai sekalipun kata beliau jangan dijadikan tujuan/obsesi, semua itu hanyalah jalan yang tujuannya hanya untuk mengabdi kepada Allah. Beliau juga menambahkan, "buntu" jika kasab dijadikan tujuan ataupun sandaran.

Jika kita meyakini kasab yang memberi nafkah maka berarti mempersempit datangnya rizki dari Allah padahal rizki dari Allah itu bisa datang dari arah yang tidak kita duga-duga dan Allah Maha Kaya, itulah kenapa sikap bersandar kepada sebab itu harus dihilangkan bagi seorang mukmin. Maka luruskan niat, berusaha dengan maksimal dan bertawakal.


Fadilah Bagi yang Beriman Kepada Al Fattah

Bagi seseorang yang benar-benar mengenal Al Fattah, maka pada diri orang tersebut kata ulama menjadi orang yang selalu memberikan kemudahan-kemudahan kepada oranglain untuk mendapatkan kebaikan.

Orang yang di dalam qolbunya terdapat nur Al Fattah maka oleh Allah dimudahkan memahami rahasia dan hikmah, dan perlu difahami bahwa cahaya bashirah bisa diberikan oleh Allah di dalam qolbu yang bersih.

Yang paling sederhana walau sebenarnya sulit, yang bisa dirasakan seseorang ketika Allah menganugerahi qolbu dengan Al Fattah yaitu ketika hati dengan lapang membuka pintu maaf kepada orang yang mendzhaliminya.


Penutup

Dengan mengetahui pengertian dan makna Al fattah semoga Allah menganugerahkan qolbu kita dengan iman dan memberi kita taufik agar kita dimudahkan untuk bisa meneladani sifat Allah yang Maha Pembuka.

Apa yang disampaikan di artikel ini sebenarnya adalah sebagai pembelajaran untuk kami pribadi sebagai lahan tafakur dan muraqabah, namun kami berharap ada manfaat bagi para pembaca dengan berbagi sedikit ilmu tentang pentingnya mengenal nama Allah Al fattah.

Semoga bermanfaat.

Share
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Nama Al Fattah Yang Maha Pembuka Pintu Rahmat dan Hidayah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel