Makna Al-'Alim: Allah Maha Mengetahui Segala Sesuatu
Sejauh apa pun kita bersembunyi, sehebat apa pun kita berpura-pura, dan sedalam apa pun kita menyimpan rahasia di dalam hati...
Tidak ada satu pun hal yang bisa luput dari Allah. Bahkan bisikan hati yang paling kecil sekalipun, atau pandangan mata yang sekilas, semuanya tercatat sempurna dalam ilmu-Nya.
Dialah Al-'Alim, Yang Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, sejak zaman azali sampai akhir zaman.
Al-'Alim Bukan Nama Pemberian Makhluk
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
اَلَمْ تَرَ اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ مَا يَكُوْنُ مِنْ نَّجْوٰى ثَلٰثَةٍ اِلَّا هُوَ رَا بِعُهُمْ وَلَا خَمْسَةٍ اِلَّا هُوَ سَا دِسُهُمْ وَلَاۤ اَدْنٰى مِنْ ذٰلِكَ وَلَاۤ اَكْثَرَ اِلَّا هُوَ مَعَهُمْ اَيْنَ مَا كَا نُوْا ۚ ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِمَا عَمِلُوْا يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
"Tidakkah engkau perhatikan, bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tidak ada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tidak ada lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tidak ada yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia pasti ada bersama mereka di mana pun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari Kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS. Al-Mujadilah: 7)
Dari ayat di atas, Allah secara jelas menyebutkan nama-Nya Al-'Alim (Yang Maha Mengetahui). Ini menjadi bukti yang kokoh bahwa nama ini adalah asli dari Allah, bukan ciptaan atau pemberian makhluk.
Pengertian dan Makna Al-'Alim
Al-'Alim bisa diartikan Yang Maha Mengetahui. Sedangkan kata Imam Ghazali maknanya adalah: Dia yang mengetahui segala sesuatu dengan sebenar-benarnya pengetahuan.
Pengetahuan Allah itu meliputi segala hal, baik yang terjadi sekarang maupun yang telah berlalu, tanpa ada batasan sedikitpun.
Pengetahuan Allah Qadim
Sifat dan perbuatan Allah itu Qadim (ada sejak kekekalan). Tidak ada sesuatu pun yang mendahului-Nya, termasuk ilmu-Nya. Allah telah mengetahui segala sesuatu bahkan sebelum sesuatu itu ada, karena Dialah yang menciptakan dan merencanakan semuanya.
Tidak ada satu pun hal yang tersembunyi dari pengetahuan-Nya, baik yang tampak (dzahir) maupun yang tersembunyi (batin), yang kecil maupun yang besar, yang awal maupun yang akhir, semuanya diketahui secara rinci.
Karena Maha Mengetahui segala hal, Allah juga Maha Teliti dan Maha Menyaksikan, yang nanti akan kita bahas lebih dalam pada nama Al-Khabir dan Asy-Syahid.
Allah tidak membutuhkan alat, indra, atau bantuan siapapun untuk mengetahui sesuatu. Dia mengetahui dengan Dzat-Nya sendiri, berbeda dengan makhluk yang selalu memiliki keterbatasan dan kebutuhan. Tiada sesuatu pun yang menyamai-Nya.
Allah Maha Mengetahui Maksiatnya Mata dan Hati
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
يَعْلَمُ خَآئِنَةَ الْاَ عْيُنِ وَمَا تُخْفِى الصُّدُوْرُ
"Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang tersembunyi dalam dada." (QS. Ghafir: 19)
Tidak ada satu pun hal yang luput dari pengawasan-Nya. Kelak ketika amal manusia dihisab, tidak ada yang bisa menyangkal, karena Allah tidak hanya mengetahui yang lahiriah saja, tetapi juga mengetahui apa yang tersimpan jauh di dalam hati dan pikiran manusia.
Allah Maha Mengetahui Perkara yang Ghaib
Perkara ghaib adalah segala sesuatu yang belum tampak dan belum terjadi, seperti kiamat, qadha, dan qadar. Pengetahuan tentang hal-hal ini adalah mutlak milik Allah semata.
5 Perkara Ghaib yang Hanya Allah yang Mengetahui
Allah SWT berfirman:
اِنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗ عِلْمُ السَّا عَةِ ۚ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْاَ رْحَا مِ ۗ وَمَا تَدْرِيْ نَفْسٌ مَّا ذَا تَكْسِبُ غَدًا ۗ وَّمَا تَدْرِيْ نَـفْسٌ بِۢاَيِّ اَرْضٍ تَمُوْتُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
"Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Waspada." (QS. Luqman: 34)
Dari ayat di atas ada 5 perkara ghaib yang hanya Allah yang mengetahui, diantaranya yaitu:
- Kapan Terjadinya Hari Kiamat. Waktu terjadinya kiamat adalah rahasia terbesar yang hanya diketahui oleh Allah. Bahkan para malaikat dan Rasul pun tidak mengetahuinya.
- Waktu dan Tempat Turunnya Hujan. Allah yang menetapkan kapan, di mana, dan berapa banyak hujan turun. Manusia hanya bisa memperkirakan melalui cuaca, namun tidak bisa menentukan dan menjaminnya.
- Keadaan Janin dalam Rahim. Allah mengetahui dengan sempurna kondisi bayi, jenis kelamin, fisik, dan takdirnya. Meskipun teknologi seperti USG bisa melihat jenis kelamin, namun yang menentukan dan menciptakan semuanya hanyalah Allah.
- Apa yang Akan Terjadi Esok Hari. Ikhtiar manusia hanyalah upaya menjalankan sebab, bukan menentukan hasilnya. Hasil akhir mutlak ada di tangan Allah. Oleh karena itu, Islam mengajarkan ikhtiar disertai tawakal.
- Tempat dan Waktu Kematian. Tidak ada yang tahu di mana, kapan, dan bagaimana seseorang akan mati. Apakah di kampung halaman atau di perantauan, dengan husnul khotimah atau su'ul khotimah. Kita hanya bisa berdoa dan berharap yang terbaik.
Allah Mengetahui Segala Sesuatu dengan Sebenar-benarnya
Di dalam Al-Qur'an, Allah menegaskan luasnya ilmu-Nya dalam firman-Nya:
وَعِنْدَهٗ مَفَا تِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَاۤ اِلَّا هُوَ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى الْبَرِّ وَا لْبَحْرِ ۗ وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَّرَقَةٍ اِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِيْ ظُلُمٰتِ الْاَ رْضِ وَلَا رَطْبٍ وَّلَا يَا بِسٍ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مُّبِيْنٍ
"
"Dan kunci-kunci semua yang ghaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)." (QS. Al-An'am: 59)Pengetahuan Allah itu mutlak, tanpa batas, dan tanpa pengecualian. Maka, sangatlah benar dan pantas Allah disebut dengan nama yang agung, Al-'Alim.
Keutamaan dan Sikap Bagi yang Mengenal Al-'Alim
Orang yang benar-benar beriman dan mengenal Allah Al-'Alim akan memiliki ciri-ciri khusus:
- Ikhlas dalam Beramal. Ia merasa cukup hanya dengan diketahui oleh Allah saat beribadah. Amalnya murni karena Allah, bukan ingin dipuji atau dilihat manusia.
- Mencintai Ilmu. Hidupnya selalu dikaitkan dengan ilmu, terutama ilmu agama, agar ibadahnya menjadi sah dan benar di sisi Allah.
- Terhindar dari Riya'. Ia selamat dari penyakit riya', karena orang yang riya' merasa kurang jika hanya Allah yang tahu, tapi ingin dikenal banyak orang.
Penutup
Sebagai penutup, ada nasihat berharga dari Sayyidina Ali karramallahu wajhah yang dicatat oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin tentang ciri orang yang berbuat riya':
- Malas beribadah saat sendirian, tapi rajin dan semangat saat dilihat orang lain.
- Amalnya bertambah kalau dipuji, dan berhenti kalau dicela. Itu tandanya ia lebih mementingkan penilaian manusia daripada penilaian Allah.
Semoga dengan mengenal makna Al-'Alim, keimanan kita bertambah. Kita jadi lebih ikhlas, semangat belajar ilmu, dan tidak peduli dengan omongan manusia.
Rasulullah SAW pernah bersabda agar kita berusaha menjadi orang yang mengajar ('Alim), jika tidak bisa jadilah pembelajar (Muta'alim), jika tidak bisa jadilah pendengar yang baik, dan jika masih tidak bisa jadilah orang yang mencintai para penuntut ilmu. Jangan sampai menjadi yang kelima, yaitu orang yang membenci ilmu dan ahli ilmu. Naudzubillahi min dzalik.
Semoga bermanfaat.