Makna Al Mutakabbir Yang Maha Besar (Yang Memandang Segalanya Kecil)
Al Mutakabbir adalah nama bagi Allah yang disebutkan di dalam Asmaul Husna di urutan ke 11 berdasarkan hadits Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.
Al Mutakabbir disebutkan di dalam Al Qur-an surat Al Hasyr ayat 23, sebagai dalil bahwa nama Al Mutakabbir itu dari Allah bukan pemberian dari makhluq, dan nama ini disebutkan hanya di ayat ini saja.
Lalu, apa sih pengertian dan makna Al Mutakabbir?
Berikut ini pengertian dan makna dari Al Mutakabbir berdasarkan penjelasan ulama dengan mengutip kaul imam Ghazali di dalam kitab Al Maqshadul Asna.
Pengertian Al Mutakabbir
Secara ringkas Al Mutakabbir artinya adalah Yang Maha Besar, nama ini menunjuk kepada DzatNya.
Makna Al Mutakabbir
Makna Al Mutakabbir adalah Dia (Allah) yang melihat segala sesuatu kecil dalam kaitannya dengan DzatNya yang mulia, dan Dia tidak melihat keagungan, kebesaran melainkan milikNya, maka Dia memandang yang lainNya sebagaimana para raja memandang kepada hamba sahayanya.
Jadi, Al Mutakabbir itu pandangan Allah terhadap DzatNya yang tidak ada sesuatupun yang mampu menandingi keagungan dan kebesaran DzatNya, dan itu haq bagi Allah karena Dia memang sangat mulia, maka niscaya segala sesuatu selain Dia itu dipandang kecil dan di hadapanNya.
Mutakabbir atau memandang dirinya besar atau unggul dari yang lain adalah haqNya Allah sehingga secara bahasa majaz takabur atau sombong itu pakaianNya Allah yang tidak pantas dipakai oleh selain Dia.
Allah berhak sombong karena terbukti memiliki kuasa yang mutlak dan perbuatanNya pun tidak mungkin bisa dilakukan oleh selain Dia, maka nama Al Mutakabbir hanya pantas bagi Allah.
Takabur Bagi Allah
Takabbur atau sombong adalah sifat kesempurnaan bagi Allah karena dengan sifat ini Allah membuktikan kuasaNya seperti menciptakan seluruh Alam dan menundukkan seluruh makhluq.
Kesombongan Allah dengan memandang segala sesutu itu kecil dan hina bukan berarti Allah memiliki aib atau sifat kekurangan, tapi justru dengan kesombonganNya seluruh makhluq sangat bergantung kepadaNya dan mengAgungkanNya, karena disembah oleh seluruh makhluq merupakan sifat yang haq bagi Allah sebagai satu-satunya Tuhan.
Ketika seandainya pun seluruh makhluq tidak ada yang menyembah Dia, maka sedikitpun tidak akan berkurang keagungan dan kebesaranNya, karena Allah tidak butuh dan tidak pernah mengambil keuntungan dari makhluqNya, seluruh makhluq tetap saja kecil dan hina bila dibandingkan dengan DzatNya.
Dalam kuasaNya lah kerajaan segala sesuatu, kepadaNya lah semua perkara kembali, tidak ada kesudahan bagi keagunganNya, kesempurnaanNya, kekuatanNya, bila Dia menghendaki sesuatu Dia berkata "Jadilah" maka jadilah sesuatu itu.
Takabur Bagi Makhluq
Sifat takabur bagi makhluq adalah kekurangan atau aib karena nisbat bagi makhluq kesombongan adalah sifat yang tercela yang tidak disukai oleh makhluq dan Allah.
Allah swt berfirman, “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. ” (QS Luqman : 18).
Ketika seseorang bersikap sombong atas dirinya karena merasa dirinya lebih unggul dari yang lain, maka kesombongannya itu tidak bisa dibuktikan dengan sebenar-benarnya karena apa yang dia bangga-banggakan itu tidak mutlak dia miliki karena apa yang dimiliki oleh manusia itu dari Allah, milik Allah, dan dia masih butuh kepada yang lain.
Bila kita meruntut makna dari nama-nama Allah di dalam Asmaul Husna mulai dari lafadz Allah, Ar Rahman, Ar Rahim, Al Malik, Al Quddus, As Salam, Al Mukmin, Al Muhaimin, Al 'Aziz, Al Jabbar sampai nama Al Mutakabbir, maka manusia benar-benar tidak memiliki haq berperilaku sombong apalagi menyandang nama Al Mutakabbir.
Takabbur Bagi Manusia Karena Kurang Akal
Dari kutipan di atas dapat difahami bahwa, ketika seseorang menyadari betul bahwa dirinya adalah tempatnya segala kekurangan, kesalahan dan dosa, maka berarti orang tersebut memiliki akal sehat karena menyadari bahwa kesempurnaan dan segala sesuatu hanya milik Allah.
Takabur Menjadikan Manusia Hina
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang takabur, akan Allah hinakan dia."
Kemudia di dalam Al Qur-an juga disebutkan ancaman Allah dalam firmanNya:
“Orang-orang yang bersikap sombong di muka bumi tanpa alasan yang benar, mereka akan Aku palingkan dari kebenaran sehingga mereka tidak dapat memahami bukti-bukti kekuasaan-Ku. Sekalipun orang-orang yang sombong itu menyaksikan bukti-bukti kekuasaan-Ku, mereka tetap tidak mau beriman. Jika mereka melihat jalan sesat justru mereka mau mengikutinya. Begitulah karakter orang-orang yang sombong, mereka telah mendustakan agama Kami, dan mereka telah melalaikan bukti-bukti kekuasan Kami.” (QS Al-A’raf : 146).
Fadhilah Mengenal Al Mutakabbir
- Dia akan membenarkan dalam hatinya, beritikad bahwa kesombongan (takabur) itu hanya milik Allah.
- Dia akan senantiasa tawadhu terhadap Allah dan kepada makhluq, baik manusia maupun kepada makhluq lainnya.
- Dia senantiasa melihat dirinya dan segala sesuatu selain Allah itu kecil, sehingga hanya kepada Allah lah dia menyandarkan harapan dan segala urusannya.
Penutup
Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Makna Al Mutakabbir Yang Maha Besar (Yang Memandang Segalanya Kecil)"
Posting Komentar