4 Hal yang Menjadi Sebab Turunnya Rahmat - Gambar sampul postingan

4 Hal yang Menjadi Sebab Turunnya Rahmat

Setiap minggunya di majlis kami tercinta majlis ta'lim Nurul Hikmah selalu mengadakan kajian rutin yang membahas ilmu fiqih, namun kali ini Minggu 26 Januari 2024 atau bertepatan dengan tanggal 26 Rajab 1446 Hijriyah, lebih spesial karena selain berthalabil ilmi juga sekaligus memperingati isra wal mi'raj Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam.  

Dari seluruh rangkaian acara, ada hal yang paling penting yaitu penyampaian mauidzhotul hasanah oleh guru kami sebagai oleh-oleh yang sangat bermanfaat yang sayang bila dilewatkan agar hadirnya kita di majlis ilmu menambah pengetahuan kita tentang agama.  

Nah, berikut ini adalah isi mauidzhotul hasanah yang disampaikan oleh guru kami sebagai bagian isi dari acara peringatan isra wal mi'raj yang penting untuk diketahui dalam rangka mencari ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala.   

Ilustrasi Pengajian Rutin Membahas 4 Hal Penyebab Turunnya Rahmat

4 Hal yang Menjadi Sebab Turunnya Rahmat  

Rahmat Allah adalah sebab seseorang mendapatkan kebahagian di dunia dan di akhirat, karena bila dengan mengandalkan amal saja tidak menjadi jaminan kita selamat dunia akhirat.  

Dunia adalah ladang untuk kita menanam kebaikan dan beribadah agar Allah menganugerahkan rahmatNya kepada kita agar bahagia dan selamat di dunia dan di akhirat.  

Mengutip perkataan guru kami di dalam majlis ilmu, berikut ini ada 4 hal yang menjadi sebab atau saat kapan sih Allah menurunkan rahmatNya kepada hamba-hambaNya?  

Ketika Seseorang Melihat Ulama Dengan Rasa Cinta  

Ulama adalah pewaris Nabi, yang memegang tongkat estafet sanad keilmuan yang bersambung kepada Rasulullah. Jika bukan dari perkataan ulama, maka mustahil kita mengetahui tentang hukum syari'at dan mengenal Tuhan yang haq disembah berdasarkan Al Qur-an dan Hadits.  

Kita tidak bisa mengatakan bahwa antara ulama dan diri kita itu masing-masing, salah bila kita menganggap bahwa urusan maksiat itu urusan pribadi tak perlu ulama ikut campur bicara tengtang larangan agama dan mencegah seseorang dari kemunkaran.  

Guru kami berkata bahwa, perkataan ulama itu ibarat kereta yang melaju di relnya, yang tidak keluar dari rel, adapun mereka yang keserempet bukanlah salah kereta karena kereta melaju di jalurnya.  

Jika ada orang yang tersinggung dengan perkataan ulama, maka yang tersinggung itu berarti merasa telah melabrak hukum syari'at karena yang disampaikan oleh ulama adalah berdasarkan hukum Allah, yang diambil dari keterangan Al Qur-an dan hadits.  

Jika bukan karena jasa ulama, siapa yang akan membantu mendo'akan hajat kita kepada Allah, siapa yang menuntun kita beribadah, siapa yang membimbing kita di dalam menjalankan segala urusan yang berhubungan dengan Allah, sementara kita sendiri bodoh dalam beragama.  

Oleh karena peran ulama itu sangat penting, maka hadirnya kita di dalam majlis ilmu juga sangat penting, dengan harapan mendapatkan rahmat Allah, sehingga kita selamat di dunia dan di akhirat.  


Ketika Seorang Anak Melihat Wajah Orangtuanya Dengan Perasaan Kasih Sayang  

Orangtua adalah orang yang berjasa besar kepada kita karena merekalah yang rela mengorbankan jiwa dan raganya untuk anaknya terlebih peran seorang ibu.  

Orangtua tidak pernah mengeluh atau merasa lelah ketika merawat anaknya, tapi sebaliknya ketika orangtua kita sudah jompo, pikun dan sakit-sakitan, kita bisa saja merasa jengkel, kesal dan mengeluh, bahkan bisa saja marah.  

Tapi coba sesekali kita menatap wajah mereka di saat mereka terlelap tidur, memperhatikan keriput di wajahnya dan melihat uban yang menghiasi rambutnya. Jika hati kita tidak bergeming timbul rasa sayang, maka berarti hati kita mati rasa.  

Ridho Allah ada pada orangtua, yang berarti ketika kita memperlakukan orangtua dengan kasih sayang, maka Allah akan ridho dan memberikan rahmatNya kepada kita, karena Allah Maha Penyayang.  


Ketika Turun Hujan  

Hujan merupakan bagian dari kebaikan Allah kepada seluruh makhluq, karena dari air hujan Allah membasahi tanah dan menyuburkannya, kemudian dari tanah Allah hidupkan pepohonan dan memberi rizki kepada ikan dan masih banyak rahasia dan hikmah dari turunnya hujan bagi manusia.  

Dari air hujan Allah memberikan manfaat bagi seluruh makhluq, tapi juga bisa memberikan mudhorot bagi makhluq sebagai ujian atau teguran agar manusia mengingat Allah, maka ketika turun hujan hendaknya kita berdo'a.   

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ صَيِّبًا نَافِعًا  

"Ya Allah jadikan hujan ini bermanfaat."  

Dari do'a ini kita mengharap dan memohon agar Allah memberikan rahmat bukan azab dari air hujan yang diturunkan olehNya.  


Ketika Dilaksanakannya Akad Nikah Tanpa Bercampur Antara Laki-laki Dengan Perempuan  

Prosesi akad pernikahan adalah hal yang sakral yang berarti tatacara pelaksanaannya diatur oleh syari'at maka pelaksanaannya pun harus sesuai dengan tuntunan syari'at.  

Guru kami berkata bahwa beliau sangat menyayangkan dengan tata cara prosesi pernikahan yang masih ada saja yang mengabaikan aturan syari'at yang sebenarnya tidak membolehkan kedua mempelai saling bertemu berdampingan ketika melaksanakan akad nikah, belum lagi yang hadir bercampur antara laki-laki dan perempuan.  

Kedua mempelai baru diperbolehkan duduk berdampingan setelah pengantin pria melaksanakan akad nikah.  

Agar Allah ridho dengan ibadah kita, maka tatacara pelaksanaannya pun harus sesuai dengan tuntunan syaria'at agar Allah memberikan rahmatNya untuk kedua mempelai dan seluruh orang yang hadir di acara tersebut pun kebagian RahmatNya.  

Dari empat point yang disampaikan oleh guru kami dalam mengisi peringatan isra wal mi'raj, maka point yang pertama adalah yang paling penting karena dengan menghadiri majlis ilmu kita bisa mengetahui hukum syari'at dan mengetahui bahwa cara agar mendapatkan rahmat Allah adalah seperti yang di jelaskan di atas.  


Kesimpulan

Dengan menghadiri majlis ilmu kita bisa berkumpul memperingati isra mi'raj yang dimana Allah melimpahkan rahmatNya bagi mereka yang hadir mengagungkan RasulNya, duduk bersama mendengarkan kaul ulama, silaturahmi dengan saudara seiman dan seaqidah.  

Hadirnya kita di majlis ilmu dan memperingati isra wal mi'raj adalah upaya agar kita dipandang bernilai di sisi Allah karena bila dibandingkan dengan Rasulullah kita hanya kerikil yang tidak berharga, sedangkan Rasulullah laksana intan permata.

Batu kerikil akan memiliki manfaat dan bernilai ketika digunakan sebagai bahan bangunan, karena kokohnya suatu bangunan karena peran batu kerikil sebagai material pelengkap coran.

Esensi dari perayaan isra wal mi'raj yaitu melaksanakan perintah sholat wajib yang lima waktu karena dengan menjalankan sholat bukan hanya melaksanakan perintah tapi juga melaksanakan sunnah.  

Wudhu kita sebelum sholat sebenarnya mengikuti perjalanan isra Nabi Shalallahu 'Alaihi wa Sallam yang disucikan sebelum menghadap Allah.  

Tak ada yang dikerjakan ketika memasuki tempat wudhu kecuali mensucikan diri sebelum menghadap Allah.  

Sholat kita ketika takbiratul ikhram sebenarnya mengikuti perjalanan mi'rajnya Rasulullah, karena ketika takbiratul ikhrom, haram bagi kita mengingat selain Allah, ketika takbiratul ikhram lah keikhsanan kita dimulai di dalam sholat hingga selesainya sholat.  

Hingga menjelang akhir sholat yaitu tahiyat akhir sebenarnya adalah dialog antara Rasulullah dengan Allah, yang diabadikan di dalam bacaan tahiyat awal maupun akhir, dan itu kita baca setiap hari.

Tak ada yang lebih ni'mat bagi para anbiya dan wali-wali Allah kecuali ketika mereka sholat, karena ketika sholatlah mereka bisa bermukasyafah, bermusyahadah, tajali, benar-benar menyaksikan Allah dengan secara langsung yang disebut ihsan.  

Bagi kita orang awam, sudah merasa bahwa Allah memperhatikan kita ketika sholat adalah termasuk ihsan, maka ketika sholat usahakan khusu' walau khusunya kita baru sekedar khusu dalam bacaan sholat, sehingga sholat kita mendapat ridhoNya.


Penutup

Itulah tadi oleh-oleh tholabil 'ilmi dan isi dari perayaan isra wal mi'raj yang disampaikan oleh guru kami di majlis ilmu. Semoga apa yang beliau sampaikan dan saya bagikan di blog ini bermanfaat.

Wallahu a'lam bishowab...

Share
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "4 Hal yang Menjadi Sebab Turunnya Rahmat"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel