Makna Al Jabbar Yang Maha Memaksa - Gambar sampul postingan

Makna Al Jabbar Yang Maha Memaksa

Al Jabbar adalah nama bagi Allah yang disebutkan di dalam Asmaul Husna di urutan ke 10 berdasarkan hadits Rasulullah Shalallahu 'Alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah. 

Nama Al Jabbar disebutkan di dalam Al Qur-an surat Al Hasyr ayat 23 yang menjadi dalil bahwa nama Al Jabbar ini dari Allah, bukan nama pemberian makhluq dan hanya Allah yang haq disebut Al Jabar.  

Berikut ini penjelasan tentang pengertian dan makna Al Jabbar berdasarkan penjelasan ulama dengan mengutip kaul imam Ghazali di dalam kitab Al Maqshadul Asna. 

Ilustrasi Asmaul Husna Allah Al-Jabbar


Makna Al Jabbar 

Makna dari Al Jabbar adalah Dia (Allah) yang menerapkan kehendakNya dengan cara pemaksaan yakni kehendakNya tidak dapat ditolak. 

Sebagian ulama ada yang memaknai bahwa Al Jabar adalah Tuhan yang menerapkan kehendakNya dengan jalan memaksa, pada tiap-tiap sesuatu, dan tidak bisa diluluskan oleh Tuhan yaitu kehendak seseorang.

Berarti bahwa kehendak dan usaha manusia tidak memberi dampak terhadap hasilnya melainkan atas izin Allah karena Dialah Al Jabbar.

Di dalam hadits qudsi Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

"Engkau bisa berkehendak dan Aku pun bisa berkehendak, dan kehendakKu jugalah yang terjadi." 


Kehendak Allah 

Kehendak Allah itu qodim dan pasti terjadi, tidak bisa ditolak bahkan dengan do'a sekalipun karena segala sesuatunya telah Allah tetapkan sejak zaman ajali dan tertulis di Lauhul Mahfudhz. 

Sedangkan diqobulnya do'a seorang hamba bukanlah hujah bahwa kehendak Allah bisa dipaksakan atau ditolak oleh manusia, akan tetapi do'a seorang hamba adalah ikhtiar yang sebenarnya bersambung/selaras dengan kehendak Allah. Jadi ikhtiar manusia termasuk do'a adalah bagian dari kehendak Allah. 

Ketika berbicara kehendak, sesungguhnya manusia tidak memiliki kehendak terkecuali atas izin Allah, karena "La haula wala quwwata illa billah." 

Bukti bahwa manusia tidak punya kehendak adalah ketika kenyataan atau hasil tidak sesuai dengan harapan, sehingga bila kita tidak menyadari akan kehendak Allah niscaya kita akan mengeluh.


Kehendak Manusia

Seperti yang disebutkan di atas bahwa sebenarnya manusia tidak memiliki kehendak, walaupun dipaksakan. Keinginan kita ketika tidak sesuai dengan kehendak Allah, maka tidak akan pernah terlaksana, hanya sebatas angan-angan.

Meski manusia tidak punya kuasa dan kehendak, bukan berarti kita tidak boleh berusaha, karena haq manusia yaitu berikhtiar yang di dalamnya ada tawakal karena tawakal dalam berikhtiar bagi tiap-tiap mukmin adalah keharusan.

Ikhtiar seorang mukmin selalu disertai dengan pengharapan agar apa yang diusahakannya sesuai dengan ridho Allah, sehingga tujuannya adalah mencari ridhoNya, tidak akan mengeluh ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan karena menyadari bahwa segala sesuatunya sudah diatur dan ditetapkan oleh Allah, Al Jabbar.

Jadi, haq manusia adalah berikhtiar bukan berkehendak karena yang memaksakan kehendak adalah haq Allah.

Kehendak Allah tidak disertai sifat dhzolim karena dibalik kehendakNya yang tidak bisa ditolak ada rahasia dan hikmah yang bisa diambil pelajaran yang akan mendekatkan seorang hamba dengan Tuhannya.


Fadhilah Mengenal Al Jabbar 

Bagi seseorang yang benar-benar beriman karena dianugerahi nur Al Jabbar di dalam qolbunya oleh Allah, maka orang tersebut akan memiliki sikap dan fadhilah sebagai berikut: 

  1. Dia selalu menggantungkan kehendaknya dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta'ala. 
  2. Dia akan memaksakan kehendaknya atas nafsu amarahnya dengan berbuat kebaikan, sehingga nafsu amarah itu menjadi nafsu mutmainah. 
  3. Dia senantiasa menerapkan kehendak-kehendaknya yang baik itu terlaksana terutama pada anak dan istrinya, menjaga keluarganya dari api neraka. 

Dari tiga sikap dan fadhilah yang disebutkan di atas, kesimpulannya adalah apa yang kita kita usahakan harus senantiasa disandarkan kepada Allah dan berharap agar apa yang kita kerjakan sesuai dengan apa yang Allah kehendaki sebagaimana disebutkan di dalam hadits qudsi, bahwa Allah berfirman: 

"Engkau berkehendak, Aku pun berkehendak, apabila engkau serahkan kepadaKu pada sesuatu yang Aku kehendaki, Aku cukupkan engkau pada sesuatu yang engkau kehendaki. Akan tetapi jika engkau tidak menyerahkan kepadaKu kepada apa yang Aku kehendaki, engkau bersusah payah untuk mencapai yang kamu kehendaki, maka tidak akan terjadi melainkan Aku yang menghendakinya." 


Penutup 

Dengan mengetahui pengertian dan makna Al Jabbar semoga Allah memudahkan kita untuk bisa benar-benar beriman dan merasakan buah keimanan kita terhadap Al Jabbar, sehingga menghadirkan ketentraman batin karena mampu mengalahkan nafsu amarah yang diganti dengan nafsu mutmainah. 

Kemudian semoga Allah menganugerahkan kepada kita taufik agar perbuatan kita senantiasa terhindar dari apa-apa yang Allah murkai, sehingga ikhtiar dan harapan kita tidak menyimpang dari tujuan mencari ridhoNya.

Semoga bermanfaat

Share
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Makna Al Jabbar Yang Maha Memaksa"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel