Makna Ar Rahim dan Kaitannya Dengan Ar Rahman - Gambar sampul postingan

Makna Ar Rahim dan Kaitannya Dengan Ar Rahman

Ar-Rahim artinya Maha Penyayang. Nama Allah yang ketiga dalam 99 Asmaul Husna ini lebih spesifik dari Ar-Rahman, karena hanya ditujukan bagi orang-orang yang beriman.

Dalam artikel ini kita akan bahas makna Ar-Rahim menurut Imam Al-Ghazali di kitab Al-Maqshadul Asna, perbedaan Ar-Rahim dengan Ar-Rahman, bukti kasih sayang Allah, dan kisah yang menunjukkan fadhilah mengenal nama ini.

Ilustrasi Asmaul Husna Ar-Rahim


Pengertian Ar-Rahim

Secara bahasa Ar-Rahim berarti "Yang Maha Penyayang". Hanya Allah yang benar-benar menyayangi makhluk-Nya, karena tidak ada manusia yang bisa menandingi kasih sayang-Nya.

Nama Ar-Rahim berkaitan erat dengan Ar-Rahman. Bedanya, Ar-Rahman mencakup seluruh makhluk di dunia, sedangkan Ar-Rahim khusus untuk orang-orang yang beriman.

Makna Ar-Rahim Menurut Imam Al-Ghazali

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa Ar-Rahim adalah Allah yang memberikan nikmat-nikmat cabang, seperti rupa yang bagus, bertambahnya kualitas keimanan, sempurnanya akal, tajamnya pendengaran dan penglihatan.

Korelasi Antara Ar-Rahman dan Ar-Rahim

Kedua nama ini sama-sama bermakna memberi nikmat, tapi peranannya berbeda:

  • Jika Ar-Rahman memberi kita wujud dari tidak ada menjadi ada, maka Ar-Rahim memperindah rupa kita.
  • Jika Ar-Rahman menganugerahkan iman, maka Ar-Rahim menambah keimanan kita.
  • Jika Ar-Rahman memberi nikmat pendengaran dan penglihatan, maka Ar-Rahim menajamkannya.

Tidak ada yang mampu menandingi Ar-Rahman dan Ar-Rahimnya Allah, karena hanya Dialah yang haq disebut dengan kedua nama tersebut.

Bukti Ar-Rahimnya Allah

1. Keringanan dalam Keadaan Darurat

Ar-Rahim membolehkan kita makan dan minum dari yang haram ketika darurat, dengan rambu-rambu syariat. Allah berfirman:

"Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan hewan yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah. Akan tetapi, siapa yang terpaksa bukan karena menginginkannya dan tidak melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Baqarah: 173)

2. Mengganti Keburukan dengan Kebaikan

Ar-Rahim menggantikan kejahatan dengan kebaikan bagi orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shalih. Allah berfirman:

"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Furqan: 70)

3. Sifat Rahim pada Rasulullah

Allah menyebut Rasulullah dengan sifat Rahim karena besarnya kasih sayang beliau kepada umat. Ketika penduduk Thaif melempari beliau hingga berdarah, Rasulullah justru memohon agar dari kota itu lahir orang yang membimbing ke jalan Allah.

Rasulullah bersabda: 

"Penghuni surga itu ada 3 kelompok: pemimpin yang adil, orang yang penyayang dan lembut hatinya kepada keluarga dan sesama Muslim, serta orang yang menjauhi yang haram meski memiliki tanggungan." (HR. Muslim)

Kisah Sayyidina Umar dan Burung Pipit

Kisah yang datang dari sekelompok ulama yang bermimpi sama tentang Sayidina Umar Radhiyallahu 'Anhu yang mendapat nikmat kubur dari Allah.

Di dalam mimpi ulama, Sayidina Umar menceritakan kenapa beliau selamat dari pertanyaan malaikat di alam kubur.

Semua menyangka karena kepemimpinan beliau yang amanah dan sifat zuhud beliau, padahal bukan itu semua yang menyelamatkan beliau.

Sayyidina Umar mendapat nikmat kubur karena pernah menyelamatkan burung pipit. Ketika beliau masih hidup dan menjadi khalifah pernah melihat anak-anak mengikat kaki burung dan menerbangkannya lalu menariknya hingga jatuh. 

Sayyidina Umar mendatangi anak-anak tersebut kemudian membeli dan membebaskan burung-burung itu.

Ketika sayidina Umar wafat kemudian dikuburkan dan semua orang meninggalkan kubur beliau, dua malaikat mendatangi beliau, tapi Allah berfirman kepada malaikat:

"Tinggalkanlah hamba-Ku, jangan kalian menakutinya. Aku menyayanginya karena dia telah mengasihi burung pipit di dunia, maka Aku mengasihaninya dari siksa kubur."

Kisah ini menunjukkan bahwa amal yang terlihat kecil bisa bernilai besar di sisi Allah jika dilakukan dengan tulus.

Fadhilah Mengenal Ar-Rahim

Menurut Imam Al-Ghazali, orang yang benar-benar mengenal Ar-Rahim akan memiliki sifat:

  1. Tidak membiarkan orang yang membutuhkan dalam kesusahan, ia bantu sesuai kemampuan.
  2. Tidak membiarkan ada orang fakir di kampungnya tanpa diurus, baik dengan harta, jabatan, maupun doa.

Penutup

Dengan mengenal nama Ar-Rahim, semoga Allah melembutkan hati kita dan menganugerahkan akhlak mulia yang menyayangi makhluk karena Allah yang menciptakannya.

Kerusakan paling berbahaya adalah rusaknya aqidah. Ketika aqidah rusak, hilanglah rasa belas kasih, yang tersisa hanya tamak dan serakah. Maka isi akal dan hati kita dengan mengenal nama-nama Allah untuk menguatkan iman.

Allah menciptakan seluruh makhluk dengan Rahman dan Rahim-Nya. Wallahu a'lam bish-shawab.

Share

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel