Makna Ar Rahim dan Kaitannya Dengan Ar Rahman
Simak yuk penjelasan lengkapnya!
Pengertian Ar Rahim
Ar Rahim bisa diartikan "Yang Maha Penyayang". Hanya Allah yang benar-benar menyayangi makhluqNya, karena tak ada manusia yang bisa menandingi Maha Penyayangnya Allah.
Nama Ar Rahim berkaitan erat dengan nama Ar Rahman, namun Ar Rahim maknanya terbatas tidak seperti Ar Rahman yang mencakup seluruh makhluq. Ar Rahim hanya ditujukan bagi mereka yang beriman.
Makna Ar Rahim
Adapun makna Ar Rahim kata imam Ghozali adalah Dia (Allah) yang memberikan ni'mat berupa cabang-cabang keni'matan seperti rupa yang bagus, bertambahnya kwalitas keimanan, sempurnanya akal, tajamnya pendengaran dan penglihatan dan sebagainya.
Korelasi Antara Ar Rahim dan Ar Rahman
Sebagaimana disebutkan diatas bahwa ada hubungan yang sangat dekat antara nama Ar Rahim dengan nama Ar Rahim karena keduanya sebenarnya sama-sama memiliki makna memberi ni'mat.
Jika Ar Rahman yang memberi kita ni'mat wujud dari tadinya tidak ada menjadi ada, maka Ar Rahim yang memperindah/membaguskan rupa kita.
Jika Ar Rahman yang menganugerahkan kepada kita iman, maka Ar Rahim yang menambah keimanan kita.
Jika Ar Rahman yang memberi ni'mat pendengaran dan penglihatan, maka Ar Rahim yang membaguskan/menajamkan penglihatan dan pendengaran kita.
Dari semua yang Allah anugerahkan kepada makhluqNya tidak ada satu pun yang bisa menandingi perbuatanNya.
Tidak ada yang mampu menandingi Ar Rahman dan Ar Rahimnya Allah, karena hanya Dialah yang haq disebut Ar Rahman dan Ar Rahim.
Bukti Ar Rahimnya Allah
Ar Rahim itu yang membolehkan kita makan dan minum dari makanan dan minuman yang diharamkan dalam keadaan darurat. Namun tentu ada rambu-rambu yang harus diperhatikan agar tidak salah kaprah di dalam mengambil ruhshoh dalam syari'at.
اِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيْرِ وَمَآ اُهِلَّ بِهٖ لِغَيْرِ اللّٰهِۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَّلَا عَادٍ فَلَآ اِثْمَ عَلَيْهِۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
"Sesungguhnya Dia hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (daging) hewan yang disembelih dengan (menyebut nama) selain Allah. Akan tetapi, siapa yang terpaksa (memakannya), bukan karena menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas, maka tidak ada dosa baginya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Al Baqarah ayat 173).
Ar Rahim yang menggantikan kejahatan dengan kebaikan bagi orang yang bertaubat beriman dan beramal sholih. Sebagaimana firman Allah dalam Al Qur-an surat Al Furqon ayat 70:
إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ عَمَلًا صَٰلِحًا فَأُو۟لَٰٓئِكَ يُبَدِّلُ ٱللَّهُ سَيِّـَٔاتِهِمْ حَسَنَٰتٍ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
"Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh, maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Sebagaimana disebutkan di atas bahwa tidak ada yang bisa menandingi Ar Rahimnya Allah, namun ketika Allah berkehendak atas seseorang bisa saja orang tersebut dimampukan oleh Allah memberi kasih sayangnya kepada sesama dengan kasih sayang yang begitu banyaknya, dan orang tersebut bisa disebut Rahim. Seperti Allah menyebut Rasulullah dengan sebutan "Rahim".
Karena begitu besarnya rasa sayang Rasulullah kepada umatnya seperti ketika malaikat penjaga gunung yang menawarkan diri untuk menimpa penduduk Thaif dengan gunung, karena malaikat tersebut kesal dengan perlakuan penduduk Thaif yang telah melempari Rasulullah ketika berdakwah hingga berdarah.
Rasulullah melarang malaikat untuk melakukan itu karena menurut Beliau mereka berprilaku seperti itu karena mereka belum tahu, malah kemudian Rasulullah memohon kepada Allah agar di kota Thaif dilahirkan orang yang akan membimbing mereka ke jalan Allah.
Rasulullah sholallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Penghuni surga itu ada 3 kelompok, yang pertama orang yang memiliki kekuasaan, bersikap adil dan suka berbuat kebaikan. Yang ke dua adalah orang yang penyayang (Rahim) yang lembut hatinya bagi keluarga dan Muslim lainnya. Yang ke tiga orang yang menjauhkan diri dari yang diharamkan oleh Allah, yang tidak meminta-minta kepada oranglain sedangkan dia punya tanggungan yang banyak. (H.R. Muslim)
Dari hadits di atas Rasulullah menyebutkan, bahwa orang penyayang itu golongan ke dua penghuni surga, dan Rasulullah menyebut umatnya yang masuk ke dalam golongan kedua ini dengan sebutan "Rahim" (penyayang).
Setiap kemampuan atau sifat yang dimiliki makhluq itu karena atas kehendak dan anugerah dari Allah, sehingga sifat Rahim yang dimiliki oleh seseorang itu tidak mutlak. Namun untuk nama Ar Rahman tidak boleh disandang oleh makhluq karena hanya Allah yang mampu dengan sifat rububiyahNya.
Kisah Sayidina Umar yang Menyayangi Burung Pipit
Sebagai bukti Maha Penyayangnya Allah berikut ini ada hikayat yang berkaitan dengan hadits Rasulullah yang diriwayatkan imam At Tirmidzi yang saya kutip dari kitab Al Mawaidzh Al Ushfuriyah, bahwa Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda:
االرّحمون يرحمهم الرّحمن إرحموا من في الأرض يرحمكم من في السّماء
"Orang-orang yang penyayang, Allah akan merahmati orang tersebut dengan sifat RahmanNya, maka sayangilah penghuni bumi niscaya yang di langit akan menyayangi kalian."
Berkaitan dengan hadits ini mu'alif yakni syekh Muhammad bin Abi Bakar menceritakan sebuah hikayat tentang sayidina Umar radhiyallahu 'anhu yang menyayangi burung pipit.
Diceritakan bahwa setelah sayidina Umar wafat ada satu jema'ah Ulama yang bermimpi yang sama tentang keadaan sayidina Umar di alam kubur.
Sayidina Umar oleh Allah diberikan keni'matan kubur dengan segala kemewahan, kemudian Ulama bertanya apa yang menyebabkan sayidina Umar mendapat keni'matan kubur.
Para Ulama menyangka bahwa sayidina Umar mendapatkan ni'mat kubur karena kepemimpinannya yang sangat bijaksana ketika beliau menjadi khalifah, atau karena sifat zuhud beliau yang amanah dengan jabatannya.
Sayidina Umar menjawab bahwa ni'mat kubur yang beliau dapatkan bukan amal yang disebutkan tadi, tapi karena beliau telah berbuat baik kepada burung pipit.
Jadi, pada suatu hari ketika beliau berjalan berkeliling kota Mekah, beliau melihat anak-anak memainkan burung pipit yang mana kaki dari burung tersebut diikat tali sehingga ketika burung itu diterbangkan, tali yang mengikat kaki burung itu ditarik oleh anak-anak dan jatuh ke tanah.
Melihat kejadian itu maka sayidina Umar menghampiri anak-anak dan membeli semua burung yang dipegang oleh anak-anak, kemudian satu per satu burung itu dilepaskan dan terbang bebas.
Kemudian seiring berjalannya waktu ketika sayidina umar wafat dan tubuh beliau dikubur dan orang-orang meninggalkan beliau sendirian di dalam kubur, datang dua malaikat, namun sebelum kedua malaikat itu mendekati beliau, Allah mencegah kedua malaikat itu untuk mendekati beliau.
Allah menyampaikan firmanNya. "Tinggalkanlah hambaKu jangan kalian menkut-nakuti dia, sesungguhnya Aku menyayangi dia dan membalas kebaikannya, karena dia telah mengasihani burung pipit di dunia, maka Aku mengasihaninya dari siksa kubur."
Dari cerita ini kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah, bahwa amal yang Allah nilai itu dilihat dari qolbu hambanya, kadang amal yang terlihat kecil memiliki nilai yang besar di sisi Allah yang Maha Penyayang karena Allah ridho dengan ketulusan hati hambaNya.
Fadhilah Mengenal Ar Rahim
Berimannya seseorang terhadap Maha Penyayangnya Allah, yang tentu saja dengan mentafakuri terhadap nama Ar Rahim dan bermuroqobah, maka kata imam Ghazali orang tersebut akan memiliki sikap dan fadhilah sebagai berikut:
- Dia tidak akan membiarkan kesusahan orang yang membutuhkan melainkan dia tutupi kesusahan itu dengan kadar kemampuannya.
- Dia tidak membiarkan ada orang faqir di kampungnya melainkan dia mengurusnya dan menolak faqirnya itu, baik dengan hartanya maupun dengan pangkat/kekuasaannya, atau dia berjalan memberi pertolongan kepada oranglain, ketika dia tidak mampu menolongnya seperti yang demikian tadi maka dia berdo'a memohon kepada Allah.
Penutup
Guru kami berkata bahwa kerusakan yang paling berbahaya yang dilakukan oleh manusia di muka bumi ini yaitu rusaknya aqidah, karena ketika aqidah sudah rusak maka imbasnya ke mana-mana seperti tak ada rasa belas kasih yang ada hanya ketamakan dan keserakahan, tidak peduli dengan sesama dan lingkungan sehingga memicu rusaknya keseimbangan alam dunia.
Maka akal dan hati kita harus diisi dengan pengetahuan nama-nama Allah yang merupakan bagian dari usaha kita memperkuat aqidah dan meningkatkan keimanan.
Allah menciptakan seluruh makhluq dengan Rahman dan RahimNya dan Allah sangat membenci orang-orang yang melakukan pengrusakan di muka bumi. Wallahu 'alam bi showab...

Belum ada Komentar untuk "Makna Ar Rahim dan Kaitannya Dengan Ar Rahman"
Posting Komentar