Makna Ar Rahman dan Bukti Maha Pemurahnya Allah - Gambar sampul postingan

Makna Ar Rahman dan Bukti Maha Pemurahnya Allah

Di urutan ke 2 dari 99 Asmaul Husna ada nama Ar Rahman nama yang Haq bagi Allah karena tidak ada yang lebih pantas disebut Ar Rahman kecuali Dia, yang memiliki sifat, nama dan perbuatan yang tidak bisa dilakukan oleh makhluk.

Dialah Ar Rahman yang meberi keni'matan kepada seluruh makhluq.  

Sebagai mu'min kita harus bersyukur kepada Allah yang telah memberikan kita begitu banyak keni'matan terutama ni'mat iman dan ni'mat Islam karena dengan keimanan dan keislaman kita termasuk hambaNya.

Dari seluruh ni'mat yang Allah berikan menunjukkan bahwa Dia Maha Pemurah, Dialah Ar Rahman. 

Berikut ini adalah penjelasan dari nama Ar Rahman berdasarkan penjelasan ulama yang saya kutip dari perkataannya imam Ghazali rahimahullahu ta'ala di dalam kitab Al Maqshadul Asna. 

Ilustrasi Asmaul Husna Ar-Rahman: Maha Pemurah



Pengertian Nama Ar Rahman

Secara tekstual Ar Rahman bisa diartikan Maha Pemurah atau Maha pengasih sebagaimana tertulis di dalam terjemahan bebas Al Qur-an terbitan departemen agama, baik dalam lafadz bismillah maupun ayat-ayat lain Ar Rahman diartikan Maha Pemurah atau Maha Pengasih tanpa penjelasan terperinci. 


Makna Ar Rahman 

Adapun makna dari Ar Rahman berdasarkan perkataan imam Gazali yaitu "Yang memberikan keni'matan-keni'matan yang besar yang tidak mungkin bisa dilakukan oleh hamba-hambaNya." Ni'mat-ni'mat yang besar itu seperti, Dia memberi kita ruh, akal, iman dan sebagainya itu semua tidak bisa dilakukan oleh makhluq kecuali Allah. 

Ar Rahman itu yang kebaikannya meliputi semua makhluq, baik yang beriman maupun yang tidak beriman, yang bertaqwa maupun yang durhaka, semua mendapat ni'mat di dunia. 


Bukti Maha Pemurahnya Allah (Ar Rahman)

Sebenarnya ada banyak bukti yang bisa kita temui dari Maha pemurahnya Allah terhadap makhluqNya termasuk kita manusia, seperti Allah menghidupkan manusia dengan memberikan ruh melalui proses kehamilan dan kelahiran. 

Allah menciptakan menciptakan biji-bijian dan menumbuhkan pepohonan yang menghasilkan berbagai macam buah-buahan yang manfaatnya untuk manusia dan makhluq yang lain. 

Allah menciptakan sesuatu tanpa pernah menyianyiakan atau menelantarkannya. Allah mengurus, memelihara dan menjaga semua makhluqNya atas kehendak dan kuasaNya. Dari semua yang Allah ciptakan itu semua karena sifat pemurahnya Allah. 

Alam semesta beserta isinya seperti matahari dan seluruh planet bergerak tidak keluar dari garis edarnya adalah karena Allah yang mengatur. Dari seluruh ciptaanNya tidak ada satupun yang sia-sia, semuanya memiliki hikmah dan rahasia, memiliki keterkaitan dan saling menyeimbangkan. 

Berikut ini ada beberapa hikayat yang menunjukkan betapa Allah Maha Pemurah (Ar Rahman) terhadap seluruh makhluq, yang bisa kita ambil pelajaran untuk menumbuhkan rasa takjub, rasa cinta dan keimanan kita kepada Allah. 


Kisah Nabi Ibrahim yang Mendapat Teguran Dari Allah Karena Tidak Memberi Makan Seorang Majusi

Dikisahkan pada suatu hari ada seorang Majusi yang sudah tua renta berusia 70 tahun lebih, meminta makan kepada Nabi Ibrahim 'Alaihis Salam karena selama seharian dia tidak makan, kemudian nabi Ibrahim Berkata. "Jika engkau bersedia masuk Islam, maka aku akan memberi kamu makan." 

Laki-laki Majusi itu menjawab, "Aku tidak akan meninggalkan agamaku hanya karena urusan perut (makan)." Laki-laki Majusi itupun meninggalkan nabi ibrohim dalam keadaan perut lapar. 

Kemudian Allah berfirman kepada nabi Ibrohim: 

 "Wahai Ibrohim apakah engkau tidak memberi makan dia kecuali dengan masuk Islam? Aku sudah lebih dari 70 tahun telah berbuat baik kepadanya dalam kekafirannya. Andai engkau beri makan dia tidak menjadi persoalan bagi engkau wahai Ibrohim." 

Setelah mendapat teguran dari Allah kemudian nabi Ibrohim bergegas mencari orang Majusi tadi sampai ketemu dan memanggil lelaki tua itu dan memberinya makan. 

Orang Majusi itu lalu bertanya kepada nabi Ibrohim, "Wahai Ibrohim apa yang membuatmu merubah fikiranmu dengan begitu cepat padahal tadi engkau tidak mau memberiku makan kecuali aku masuk Islam?" 

Nabi Ibrohim menjawab, "Allah menyampaikan wahyu kepadaku bahwa engkau sudah lebih 70 tahun kafir, tapi Allah masih berbuat baik kepada engkau sementara aku mengajukan syarat bila engkau ingin mendapatkan makan dariku. Sekarang aku disuruh oleh Allah untuk memberimu makan." 

Orang Majusi itu berkata, "Apakah demikian Allah memperlakukan aku? Maka ajarkanlah Islam kepadaku wahai Ibrohim." 

Orang Majusi itu pun akhirnya masuk Islam karena takjub dengan kebaikan Allah Yang Maha Pemurah (Ar Rahman). 


Kisah Seorang Laki-Laki yang Meminta Izin Kepada Rasulullah Untuk Berzina 

Dalam sebuah hadits diceritakan bahwa suatu ketika Rasulullah berkumpul dengan para sahabat, kemudian datang seorang laki-laki dan berkata, "Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk berzina."

Seluruh sahabat yang hadir, ketika mendengar perkataan laki-laki tadi dibuat tercengang dan marah, tapi kemudian Rasulullah menyuruh laki-laki itu mendekat.

Dengan tenang Rasulullah berkata, "Relakah engkau jika putrimu dizinahi orang?" Kemudian si laki-laki tadi berkata bahwa dia tidak rela. Kemudian kata Nabi, "Begitu pula dengan oranglain tidak akan rela jika putrinya dizinahi oranglain."

Kemudian Rasulullah meletakkan tangannya ke laki-laki tadi sembari berdo'a, "Ya Allah bersihkan hati orang ini, ampuni dosanya dan pelihara kemaluannya."

Ketika laki-laki tadi keluar meninggalkan Rasulullah dan para sahabat, dia berkata bahwa tidak ada perbuatan yang paling dia benci kecuali perbuatan zinah.

Dari kisah ini menunjukkan bahwa hidayah dari Allah adalah bagian dari sifat Maha Pemurahnya Allah (Ar Rahman).


Kisah Rasulullah Menolong Dua Ahli Kubur yang Sedang Disiksa 

Pada suatu hari Rasulullah sholallahu 'alaihi wa sallam melewati pemakaman di kota Madinah, kemudian ada dua kuburan yang oleh Rasulullah tunjuk kepada sahabat dan menjelaskan bahwa di dalam kubur tersebut dua ahli kubur sedang diazab. 

Rasulullah berkata, bahwa dua orang yang sedang diazab itu bukan karena perkara besar melaikan karena yang satunya tidak hati-hati ketika kencing, kencing sambil berdiri sehingga najis terciprat menempel dipakaiannya untuk sholat, sementara yang satunya lagi tukang mengadu, menyampaikan berita aib dan hoax dari satu orang ke oranglain. 

Kemudian Rosulullah mengambil pelepah kurma yang masih basah, oleh Rosulullah pelepah itu dibagi dua kemudian ditancapkan di atas kuburnya dua orang yang sedang diazab tadi. 

Rosulullah berkata, bahwa selama pelepah kurma itu masih basah maka dua orang yang diazab tersebut terbebas dari azab kubur. 

Kisah ini membuktikan Ar Rahman lah yang memberikan kebaikan berupa pertolongan melalui sababiah Rosulullah sehingga ahli kubur terbebas dari azab kubur. 

Begitupun dengan do'anya seseorang yang ditujukan kepada ahli kubur adalah bagian dari Ar Rahmannya Allah yang menyelamatkan seseorang dari azab kubur. Karena jika bukan Allah yang berkehendak mustahil manusia mendapatkan pertolongan. 

Ar Rahman yang memberikan kebaikan-kebaikan melalui orang yang masih hidup kepada orang yang sudah meninggal. Sebab kalau bukan atas kehendak Allah tidak ada yang mampu memberi kebaikan-kebaikan atau memberi dampak dengan kekuatan maupun dengan thabi'atnya. 

Seperti ketika api membakar nabi Ibrohim, jika bukan karena Allah tidak meridhoi thabi'at api yang bisa saja membakar tubuh nabi Ibrohim niscaya beliau terbakar, maka Allah memerintahkan agar api tidak membakar nabi Ibrahim.


Kisah Kalajengking yang Menolong Laki-laki yang Sedang Tidur dari Gangguan Ular 

Dikisahkan pada suatu hari Dzun nun Al Mishri berjalan di pinggir sungai Nil, Mesir. Beliau melihat kalajengking yang besar kemudian beliau perhatikan dan ikuti kemana kalajengking itu berjalan. 

Di tepi sungai kalajengking itu menunggangi katak agar bisa menyebrangi sungai, kemudian oleh Dzun nun Al Mushri kalajengking itu diikutinya menggunakan perahu sampai ke sebrang sungai hingga kalajengking itu berhasil menyebrangi sungai kemudian turun dari punggung katak. 

Kalajengking itu kemudian berjalan cepat hingga tibalah di sebuah pohon besar, di sana ada seorang laki-laki yang sedang tidur, dan di dekat laki-laki itu ada ular besar yang hendak menerkam dia kemudian kalajengking yang berjalan cepat tadi menghalau ular tersebut dan keduanya berkelahi. 

Dari perkelahian kalajengking dan ular itu keduanya tidak ada yang menang karena keduanya sama-sama mati. 

Melihat kejadian itu Dzun nun Al Mishri merasa takjub, tidak mungkin semua itu terjadi secara kebetulan kecuali Allah yang berkehendak menyelamatkan laki-laki yang sedang tertidur di bawah pohon dari bahaya. 

Skenario yang terjadi antara kalajengking, katak dan ular besar adalah dari Allah, bukti dari Ar RahmanNya Allah yang tidak memilah-milah ketika memberikan kebaikan kepada makhluqNya. 


Fadhilah Mengenal Ar Rahman 

Bagi orang yang benar-benar beriman kepada Ar Rahman, maka orang tersebut akan memiliki sikap dan fadhilah sebagai berikut: 

  1. Dia akan menyayangi hamba-hamba Allah yang lalai kepada Allah. 
  2. Dia memandang kepada orang yang maksiat itu dengan pandangan kasih sayang, bukan pandangan menghinakan.
  3. Tiap-tiap maksiat yg terjadi yang dia lihat itu musibah pada dirinya sendiri, maka dia berusaha untuk menghilangkannya dengan sekedar kemampuannya karena sayang kepada orang yang maksiat itu.

Dari 3 hal yang disampaikan oleh imam Ghazali di atas, betapa Islam sangat memperhatikan nilai-nilai moral dan ajarannya berisi kelembutan dan kasih sayang karena Allah itu Maha Lembut dan Maha Pemurah baik sifat maupun perbuatan. 

Maha Pemurahnya Allah (Ar Rahman) lebih besar daripada murkaNya. Imam Qurtubi menjelaskan di dalam kitabnya ketika Allah menunjukan sifat Ar RahmanNya kepada mereka yang sedang mendapatkan azab neraka dengan ampunan. 

Allah menangguhkan vonis neraka kepada hambaNya dengan mempertemukan hamba tersebut dengan orang yang dia kenal selama hidup di dunia kemudian dua orang tersebut saling tolong menolong dengan amal mereka, maka Allah mengampuni keduanya karena melihat kasih sayang diantara keduanya. 

Sebagaimana firman Allah yang disebutkan di dalam Al Qur-an: 

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

"Dan tolong menolonglah kalian dalam kebajikan dan taqwa dan jangan kalian tolong menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan." (Al Maidah ayat 2).

Dari apa yang diceritakan imam Qurtubi tentang dua sahabat yang yang saling mengasihi menjadi perhatian Allah, kemudian Allah meletakan RidhoNya kepada dua orang tersebut selama hidup di dunia karena mereka saling mengingatkan dan mengajak kepada kebaikan di jalan Allah. 

Allah Maha Pemurah (Ar Rahman), maka jangan mengandalkan amal untuk mendapatkan tiket ke surga karena sebenarnya ridho dan Rahmat Allah lah yang menghantarkan seseorang masuk surga, dan ridho Allah berada diantara amal-amal kita. 

Bisa jadi amal yang kita anggap kecil memiliki nilai yang besar di sisi Allah karena sesungguhnya yang Allah lihat dari amal seorang hamba yaitu dari dalam qolbu orang tersebut, dan rasa cinta kasih adalah salah satu amalan hati yang sangat Allah cintai daripada kedengkian dan kebencian. 


Penutup

Dengan mengetahui arti dan makna nama Ar Rahman semoga kita diberikan oleh Allah sifat welas asih, dalam rangka mencari ridhoNya. Sebagaimana telah disampaikan oleh guru kami bahwa memelihara makhluq atau mengasihi sesama adalah termasuk ibadah ghoir mahdhoh, dengan praktek hablum minannas.

Semoga bermanfaat.

Share
Tampilkan Komentar
Sembunyikan Komentar

Belum ada Komentar untuk "Makna Ar Rahman dan Bukti Maha Pemurahnya Allah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel