Makana Al Ghaffar Yang Maha Pengampun
Nama-nama Allah yang disebutkan di dalam asmaul husna yang semuanya ada 99 nama, diantaranya yaitu ada nama Al Ghaffar, nama yang disebutkan di urutan ke 15 berdasarkan hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.
Nama Al Ghaffar juga disebutkan di dalam Al Qur-an surat Ghafir ayat 42, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
تَدۡعُوۡنَنِىۡ لِاَكۡفُرَ بِاللّٰهِ وَاُشۡرِكَ بِهٖ مَا لَيۡسَ لِىۡ بِهٖ عِلۡمٌ وَّاَنَا اَدۡعُوۡكُمۡ اِلَى الۡعَزِيۡزِ الۡغَفَّارِ
(Mengapa) kamu menyeruku agar kafir kepada Allah dan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu yang aku tidak mempunyai ilmu tentang itu, padahal aku menyerumu (beriman) kepada Yang Mahaperkasa, Maha Pengampun?
Ayat di atas adalah dalil bahwa nama Al Ghaffar adalah nama dari Allah, bukan nama pemberian makhluq.
Lalu, apa sih makna dari Al Ghaffar?
Berikut ini penjelasan nama Al Ghaffar dengan mengutip kaul imam Ghazali di dalam kitab Al Maqshadul Asna.
Pengertian Al Ghaffar
Makna Al Ghaffar
Allah Menampakkan Keindahan Atas MakhluqNya
Allah Menyembunyikan Keburukan
Allah Menutupi Dosa-dosa HambaNya
Allah Maha Pengampun
Pengampunan dari Allah bagi seseorang atau makhluq lainnya adalah hak preogatif dan wewenang Allah. Baik orang tersebut alim, maupun awam, faqir maupun kaya, ta'at maupun fasik tidak menjadi jaminan diberikannya ampunan dari Allah.
Allah Mengampuni Dosa-dosa HambaNya Dengan Cuma-cuma
Ampunan Allah tidak hanya bagi hamba-hambanya yang terlahir sebagai muslim, bahkab Allah mengampuni dosa-dosa seorang yang belum pernah beribadah seumur hidup tapi taubat menjelang ajalnya sehingga meninggal dalam keadaan beriman.
Kemudian Allah juga melimpahkan rahmatNya berupa pengampunan kepada seluruh hamba-hambaNya di waktu yang dia tentukan sesuai kehendakNya, sebagaimana disebutkan di dalam hadits riwayat ibnu Majah dan ibnu Hibban yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Allah menampakkan rahmatNya yang khusus pada malam nisfu sya'ban, Allah ampuni seluruh makhluqNya, kecuali yang menyekutukanNya dan orang yang bermusuhan."
Dari hadits ini berdasarkan penjelasan ulama bahwa seluruh dosa Allah ampuni kecuali mereka yang menyekutukan Allah dan berselisih faham hingga tidak bertegur sapa selama tiga hari.
Kemudian untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah atas rahmat yang diberikanNya, maka ulama merinci tatacara yang sesuai syari'at di dalam mengisi malam nisfu sya'ban dengan memperbanyak ibadah seperti dzikir, do'a, sholat sunah dan membaca surat Yasin.
Meski hadits diatas adalah dho'if, namun mayoritas ulama tidak mempertentangkannya karena melihat fadhoil amal dari kegiatan malam nisfu sya'ban tersebut.
Allah Mengampuni HambaNya yang Beramal Shalih
Di dalam Al Qur-an surat Hud Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ وَزُلَـفًا مِّنَ الَّيۡلِ ؕ اِنَّ الۡحَسَنٰتِ يُذۡهِبۡنَ السَّيِّاٰتِ ؕ ذٰ لِكَ ذِكۡرٰى لِلذّٰكِرِيۡنَ
"Dan dirikanlah shalat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).
Dari ayat di atas menyebutkan bahwa Allah menghapus kesalahan-kesalahan hambaNya, yang oleh ulama tafsir dimaknai dengan dosa-dosa kecil, karena melaksanakan amal shaleh seperti shalat. Tanpa hamba tersebut meminta diampuni dosanya.
Selain shalat, amalan yang termasuk amal shaleh itu seperti puasa, berbuat baik kepada orangtua dan lain-lain, yang mendatangkan ridho Allah sehingga orang yang beramal shaleh tersebut diampuni kesalahan-kesalahannya sesuai kehendak Allah.
Allah Mengampuni HambaNya yang Bertobat
Dosa yang hanya terhapus dengan bertobat adalah dosa-dosa besar seperti mendhzalimi oranglain, gibah dan sebagainya, yang tidak terhapus pada malam nisfu sya'ban, malam lailatul qodar, dan tidak terhapus dengan beramal shaleh, kecuali dengan taubatan nasuha.
Fadhilah Mengenal Al Ghaffar
Maka sudah semsetinya kita menutup aib diri sendiri dan aib oranglain, sebab Allah pun menutupi aib hambanya, sehingga bila seseorang membuka aib dirinya sendiri dan aib oranglain, maka orang tersebut orang yang kurang akalnya (tidak waras) dan belum beriman kepada Allah Al Ghaffar.
Di dalam shahih Bukhari dan Muslim disebutkan, bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
"Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, niscaya Allah akan menutupi aibnya kelak di hari kiamat."
Jangan sampai Allah murka dengan perilaku kita yang suka membuka aib oranglain, sehingga Allah mempermalukan kita dengan dibukanya aib itu kepada keluarga kita, na'udzu billahi min dzalik.
Senada dengan hadits di atas, imam Ghazali berkata, bahwa orang yang suka mencari-cari kesalahan oranglain (aib), jauh dari iman kepada Allah Al Ghaffar. Orang yang beriman kepada Al Ghafar itu orang yang tidak membuka dari makhluq Allah kecuali yang terbaik dari makhluq tersebut. Dan makhluq tersebut tidak terlepas dari baik dan buruk.
Jadi, pada masing-masing orang, kata imam Ghazali tidak terlepas dari sisi positif dan negatif, namun bagi seseorang yang beriman kepada Allah Al Ghaffar tidak akan membicarakan keburukan oranglain, kecuali kebaikannya.
Penutup
Guru kami syekh Karawang Gana selalu berkata bahwa mengenal Allah adalah bagian dari rukun iman, dan sebagaimana telah disebutkan di awal pembahasan asmaul husna bahwa orang yang memiliki akal yang selamat adalah orang yang mau berusaha mengenal Allah.
Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "Makana Al Ghaffar Yang Maha Pengampun"
Posting Komentar