5 Macam Ruh dan Tempatnya Ketika Meninggalkan Jasad
Sebagai pengantar kajian rutin kitab Fathul Mu'in, guru kami menyampaikan firman Allah di dalam Al Qur-an surat Al Ankabut ayat 57 :
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
"Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan kematian, kemudian kepada Kami kamu dikembalikan." Juga disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 185.
Ayat ini sering kita dengar ketika ketika menghadiri proses pemakaman jenazah, yang diucapkan untuk mentalqin dan memperingatkan kepada kita yang masih hidup bahwa kematian adalah perkara yang haq, yang benar-benar terjadi dan pasti dialami oleh semua orang.
Ketika maut datang, tidak ada seorang pun yang bisa menghindar walau sejengkal, dan kematian itu ketetapan Allah bagi semua makhluq yang tidak dapat ditunda atau dipercepat, dan tidak ada yang tahu kapan datangnya karena urusan kematian adalah urusan Allah.
Apa yang guru kami sampaikan tentang ayat diatas, memiliki hubungan dengan isi kajian yang masuk pada pasal sholat mayit/jenazah, maka sebagai muqodimah, beliau menjelaskan tentang ruh ketika lepas dari jasad.
Lalu kemana sih tempat ruh setelah meninggalkan jasad ketika seseorang meninggal?
Nah, diartikel kali ini saya akan menyampaikan apa yang disampaikan oleh guru kami tentang 5 macam ruh dan tempatnya ketika meninggalkan jasad.
Dzatnya Ruh
Ruh adalah jisim yang sangat lembut yang tidak ada seorangpun yang mengetahui dzatiah ruh kecuali Allah, karena sedikit yang manusia ketahui tentang ruh.
Sebagaimana disebutkan di dalam Al Qur-an, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُم مِّنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah: "Ruh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". (Al Isra ayat 85).
Bentuk atau rupa ruh itu tidak seperti yang kita bayangkan, tidak seperti yang divisualkan di dalam film-film karena ruh tidak berjisim layaknya tubuh manusia, hanya Allah dan orang-orang yang dikehendaki Allah yang mengetahu dzat dari ruh.
Berarti ada manusia bisa melihat ruh dong?
Iya memang ada, tapi atas izin Allah dan itupun tidak lepas daripada hikmah karena ketika Allah berkehendak pasti memiliki rahasia dan hikmah.
Bagi orang yang Allah kehendaki untuk mengetahui rahasia dan hikmah dari af'alNya adalah orang yang mendapatkan rahmat yang banyak dari Allah.
Seperti halnya para anbiya dan para kekasih Allah yang Allah perkenankan mengetahui tentang hakikat ruh karena memang ada misi syi'ar agar manusia tidak terkecoh oleh tipu daya iblis dan sekutunya.
5 Macam Ruh
Karena berbeda-bedanya martabat keimanan bagi tiap-tiap orang, maka ruh diklasifikasikan ke dalam 5 golongan berdasarkan kaul ulama diataranya yaitu :
- Ruh para anbiya.
- Ruh para syuhada.
- Ruh orang-orang yang ta'at.
- Ruh orang-orang yang membangkang.
- Ruh orang-orang kafir.
Klasifikasi Ruh dan Tempatnya
Seperti yang disebutkan diatas bahwa ruh memiliki kelas yang berbeda-beda tergantung maqom bagi tiap-tiap orang, sehingga kata ulama dzatiah ruh bagi tiap-tiap orang pun itu berbeda.
Ruh Para Anbiya
Bagi para nabi dan Rasul ketika ruh mereka keluar dari jasad, maka akan berbentuk seperti misik yang harum dan kapur barus. Ruh mereka oleh Allah ditempatkan di surga menikmati kelezatan suguhan surga.
Ketika malam, ruh mereka berada di bawah naungan Arsy yang bergantung seperti lampu (qanadil) yang bercahaya.
Ruh Para Syuhada
Bagi para syuhada ketika ruh mereka keluar dari jasad, maka ruh mereka Allah tempatkan di dalam dada burung-burung hijau yang kemudian burung tersebut terbang mengitari sungai-sungai surga, meminum airnya dan memakan buah-buahan surga.
Burung burung tersebut kemudian akan hinggap dan bertengger pada qanadil-qanadil yang bergantung di bawah naungan Arsy.
Ruh Orang-orang Ta'at
Bagi mereka orang-orang yang ta'at melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah, ketika meninggal ruh mereka oleh Allah ditempatkan di taman surga, hanya memandangi surga tanpa menikmati hidangan surga.
Ruh Orang-orang yang Membangkang
Sedangkan bagi mereka orang-orang mu'min tapi enggan melaksanakan ta'at dan melanggar hukum syari'at, ketika meninggal ruh mereka oleh Allah ditempatkan antara langit dan bumi.
Jadi bagi mereka orang mu'min tapi tidak ta'at yang oleh hukum syariat dikatakan fasik ini ruhnya gentayangan antara langit dan bumi.
Oleh guru kami ditambahkan bahwa arwah yang seperti inilah yang kemudian oleh iblis dan sekutunya dimanfaatkan untuk memperdaya manusia agar aqidah mereka goyah dan tergelincir dalam kekufuran.
Oleh setan ruh mereka dimanfaatkan dan dikendalikan untuk mengecoh keimanan manusia, sehingga banyak orang beranggapan bahwa orang yang sudah mati itu bisa jadi hantu dan menghantui, bikin orang kesurupan dan lain-lain. Itulah cerdiknya setan merusak aqidah orang-orang beriman.
Ruh Orang Kafir
Adapun bagi mereka orang-orang kafir ketika mereka meninggal, maka ruh mereka oleh Allah ditempatkan di dalam dada burung hitam yang dikerangkeng di lapisan bumi ke 7 dalam keadaan disiksa.
Ketika ruh mereka disiksa dan merasakan sakitnya siksaan, maka jasad mereka di dalam kubur pun merasakan sakitnya. Seperti matahari yang sinarnya menyorot ke bumi.
Letak matahari itu berada di langit ke empat adapun yang kita saksikan dari bumi adalah cahayanya yang kemudian menyorot menyentuh bumi, maka seperti itulah keadaan ruhnya orang-orang kafir, meski jasad dan ruhnya terpisah jauh tapi ketika ruh merasakan pedihnya siksaan, maka jasad pun merasakannya.
Kesimpulan
Ruh itu sesuatu yang ada pada tubuh manusia yang menjadi sebab manusia itu hidup, namun tidak ada satupun manusia yang memahami makna dan hakikat dari ruh dengan sebenar-benarnya karena hanya Allah yang Maha mengetahui dzatiah dan hakikat dari ruh, dan hanya sedikit orang yang Allah kehendaki bisa mengetahui tentang ruh.
Adapun para ulama hanya mengambil kesimpulan bahwa secara garis besar ruh itu memiliki dzat, sifat, bertempat dan memiliki nama bagi tiap-tiap ruh dan penjelasan tentang ruh sebenarnya masuk kedalam ranah hakikat bahasan tashauf bukan kajian syari'at.
Fiqih hanya menjelaskan tentang tatacara dan hukum sholat dan mengurus mayit/jenazah ketika membahas kematian karena untuk bisa menelaah hakikat ruh masuk pada ilmu mukasyafah bukan lagi ranah muamalah.
Jika bukan melalui penjelasan Rasulullah dan ulama ahli kasyaf para wali-wali Allah yang Allah kehendaki untuk bisa memahami sedikit tentang hakikat ruh yang tentu saja tidak lepas dari keterangan Al Qur-an dan hadits, maka umat Islam tidak akan pernah tahu dan mungkin akan dibuat sesat oleh setan.
Penutup
Itulah tadi sedikit penjelasan tentang ruh ketika meninggalkan jasad dan tempatnya yang berbeda-beda sesuai dengan maqom bagi tiap-tiap orang. Semoga artikel yang saya tulis ini bisa memberi sedikit pemahaman kita tentang ruh sehingga tidak terkecoh oleh tipu daya iblis dan sekutunya.
Semoga bermanfaat.

Belum ada Komentar untuk "5 Macam Ruh dan Tempatnya Ketika Meninggalkan Jasad"
Posting Komentar