Makna As-Sami': Allah Maha Mendengar Segala Sesuatu - Gambar sampul postingan

Makna As-Sami': Allah Maha Mendengar Segala Sesuatu

Pernahkah anda merasa sendirian saat sedang berdo'a atau mengadu? 

Tenang saja, tidak ada suara yang hilang begitu saja. Di balik langit yang luas, ada Dzat yang mendengar setiap bisikan hati, bahkan yang paling samar sekalipun. Dialah Allah yang memiliki nama indah As-Sami'. 

Yuk! kita bedah maknanya berdasarkan kitab Al-Maqshadul Asna karya Imam Al-Ghazali dengan bahasa yang mudah dipahami!"

   

As-Sami' Bukan Sekadar Nama Biasa 

Nama As-Sami' adalah salah satu nama indah Allah yang bisa diartikan Maha Mendengar. Nama ini bukanlah panggilan sembarangan atau ciptaan makhluk, melainkan nama yang memang layak dan khusus bagi Dzat Yang Maha Sempurna. 

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

 لَيْسَ كَمِثْلِهٖ شَيْءٌ ۚ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ 

"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. Asy-Syura: 11) 

Di ayat lain, Allah juga menegaskan: 

 قُلْ اَ تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَـكُمْ ضَرًّا وَّلَا نَفْعًا ۗ وَا للّٰهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ 

"Katakanlah (Muhammad), 'Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak bisa memberi mudarat maupun manfaat bagimu?' Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (QS. Al-Ma'idah: 76) 

Menurut catatan para ulama, nama As-Sami' ini disebutkan sebanyak 45 kali di dalam Al-Qur'an. Angka yang cukup banyak ini menunjukkan betapa pentingnya kita mengenal sifat Allah yang satu ini.   


Makna Mendalam Menurut Imam Al-Ghazali 

Dalam kitab klasik Al-Maqshadul Asna, Imam Al-Ghazali menjelaskan makna As-Sami' dengan sangat indah. Beliau berkata bahwa Allah itu Maha Mendengar, dan tidak ada satu pun suara yang luput dari-Nya, sekecil apa pun atau sesamar apa pun itu. 

Allah mendengar bisikan-bisikan rahasia di dalam hati. Bahkan, suara langkah kaki semut hitam yang berjalan di atas batu yang keras di tengah kegelapan malam pun tetap terdengar jelas oleh-Nya. Tidak ada batasan bagi pendengaran-Nya: 

  • Dia mendengar pujian hamba-Nya dan memberikan pahala. 
  • Dia mendengar doa orang yang memohon dan siap mengabulkannya. 
  • Tidak ada yang terlalu kecil atau terlalu besar bagi-Nya.   


Pendengaran Allah Berbeda dengan Makhluk 

Ini poin yang sangat penting untuk dipahami. Mendengarnya Allah sama sekali tidak sama dengan cara kita manusia atau makhluk lain mendengar. 

Manusia butuh telinga, butuh udara, dan ada batas jarak serta kerasnya suara. Tapi Allah? 

Allah mendengar dengan sifat kesempurnaan-Nya sendiri. Dia tidak butuh alat, tidak butuh perantara, dan tidak pernah lelah. Kalau manusia bisa bosan atau pusing kalau terlalu banyak suara berisik, Allah sama sekali tidak merasa terbebani. Meskipun seluruh manusia di muka bumi ini berdoa bersamaan pada waktu yang sama, Allah tetap bisa mendengar satu per satu tanpa ada yang terlewat. Itulah kebesaran-Nya.   


Anjuran Mengadu dan Memohon Hanya Kepada Allah 

Karena Allah adalah As-Sami' yang mendengar segalanya, maka sangatlah wajar jika dalam ajaran Islam kita dianjurkan untuk mengadu, berbicara, atau "curhat" hanya kepada-Nya. Berdoa bukan sekadar ritual, tapi bentuk ketergantungan kita yang paling tulus kepada Sang Pencipta. 

Allah sendiri yang mengundang kita untuk berdoa dengan firman-Nya:

 وَقَا لَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْۤ اَسْتَجِبْ لَـكُمْ

"Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.'" (QS. Ghafir: 60) 

Janji Allah ini pasti benar. Dia tidak akan menolak hamba yang datang dengan hati tulus. Selalu Diingatkan dalam Shalat Dalam setiap rakaat shalat kita, kita selalu mengucapkan:

 اِيَّا كَ نَعْبُدُ وَاِ يَّا كَ نَسْتَعِيْنُ 

 "Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." (QS. Al-Fatihah: 5) 

Ayat ini menjadi pengingat kuat bahwa sumber kekuatan dan tempat kita mengadu hanyalah Allah semata. 


Teladan dari Para Nabi 

Para Nabi dan Rasul adalah contoh terbaik bagi kita. Mereka tidak pernah ragu untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah. 


Ketabahan Nabi Ya'qub AS 

Saat mendengar kabar duka bahwa putranya, Nabi Yusuf AS, dikabarkan mati dimangsa binatang buas, Nabi Ya'kub tidak mengeluh kepada manusia. Beliau bersabar dan berkata:

 قَا لَ بَلْ سَوَّلَتْ لَـكُمْ اَنْفُسُكُمْ اَمْرًا ۗ فَصَبْرٌ جَمِيْلٌ ۗ وَا للّٰهُ الْمُسْتَعَا نُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ 

"Dia (Ya'qub) berkata, 'Sebenarnya hanya dirimu sendirilah yang memandang baik (bagiku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.'" (QS. Yusuf: 18) 


Ketika Rasulullah SAW Dianiaya 

Contoh paling menyentuh adalah saat Nabi Muhammad SAW pergi berdakwah ke Thaif. Beliau justru dilempari batu hingga kaki berdarah-darah. Dalam kondisi sangat sakit dan sedih, Beliau tidak membalas dengan keburukan, melainkan mengadu kepada Allah dengan munajat yang sangat indah:

"Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kekurangan daya upayaku di hadapan manusia. Wahai Tuhan Yang Maha Penyayang, Engkaulah Tuhan orang-orang yang lemah dan Tuhan pelindungku. Kepada siapa hendak Engkau serahkan nasibku? Kepada orang jauhkah yang berwajah muram kepadaku atau kepada musuh yang akan menguasai diriku? Asalkan Engkau tidak murka kepadaku, aku tidak peduli sebab sungguh luas kenikmatan yang Engkau limpahkan kepadaku. Aku berlindung kepada nur wajah-Mu yang menyinari kegelapan dan karena itu yang membawa kebaikan di dunia dan akhirat dari kemurkaan-Mu dan yang akan Engkau timpakan kepadaku. Kepada Engkaulah aku adukan halku sehingga Engkau ridho kepadaku. Dan, tiada daya upaya melainkan dengan kehendak-Mu." 

Doa ini membuktikan bahwa saat kita merasa paling lemah dan tidak punya siapa-siapa, kita masih punya Allah As-Sami' yang siap mendengar dan menolong.


Sikap Kita Saat Mengenal As-Sami' 

Memahami nama As-Sami' seharusnya mengubah cara pandang dan perilaku kita sebagai seorang mukmin. Berikut adalah hal-hal yang perlu kita tanamkan: 

  1. Yakin Sepenuh Hati Kita wajib percaya dan meyakini bahwa Allah itu benar-benar As-Sami'. Tidak ada kata "mungkin" atau "kira-kira". 
  2. Pahami Perbedaannya Kita harus membedakan cara Allah mendengar dengan cara makhluk. Allah itu sempurna, tidak terbatas, dan tidak butuh alat bantu apa pun. 
  3. Hanya Mengadu kepada-Nya Karena kita tahu Dia mendengar segalanya, maka jadikanlah Allah satu-satunya tempat kita bergantung. Berdoa adalah bentuk penghambaan yang paling memuliakan Allah, karena itu tandanya kita mengakui bahwa hanya Dialah yang sanggup menolong dan memiliki kekuasaan atas segala sesuatu. 
  4. Menjaga ucapan dan pendengaran kita dari sesuatu yang tidak diridhoi Allah.


Kesimpulan 

Mengenal As-Sami' membuat hati jadi tenang. Kita jadi tahu bahwa setiap doa didengar, setiap tangisan diperhatikan, dan setiap usaha dinilai oleh Allah. Jadi, jangan pernah ragu untuk berbicara dan memohon kepada-Nya.

Share
Tampilkan Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel